Terungkap Alasan Vaksin Corona Sinovac Belum Mendapat Sertifikasi Halal
Foto: Tempo.co

Terungkap Alasan Vaksin Corona Sinovac Belum Mendapat Sertifikasi Halal

Kamis, 13 Agt 2020 | 11:10 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Perdebatan mengenai halal atau tidaknya vaksin virus corona (Covid-19) buatan perusahaan asal China, Sinovac kini masih simpang siur. Terlebih mengingat uji klinis tahap ketiga telah dimulai sejak Selasa (11/8) kemarin, dengan penyuntikan perdana dilakukan pada Kamis (13/8) atau Jumat (14/8) pekan ini.

Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto mengungkapkan bahwa ternyata vaksin tersebut belum mengantongi label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia mengaku saat ini Bio Farma masih tengah menyiapkan dokumen untuk pendaftaran vaksin tersebut ke MUI.

"Pengajuan (sertifikasi halal vaksin Sinovac) masih dalam tahap diskusi," ujar Bambang di program televisi "Apa Kabar Indonesia" di TV One, Rabu (12/8).

"Tim sudah ada komunikasi dengan MUI untuk persiapan sertifikasi halalnya," lanjutnya.

Bambang menjelaskan untuk mendapat setifikasi halal dari MUI diperlukan proses audit menyeluruh yang sangat panjang. Namun alasan utama vaksin buatan Sinovac itu belum diajukan sertifikasi halalnya adalah berkas terkaitnya masih baru diterima Bio Farma. Meski begitu Bio Farma saat ini juga sudah melakukan  kajian internal untuk memastikan halal atau tidaknya vaksin tersebut.

"Memang perlu waktu. Sampai hari ini kami baru terima dokumen-dokumen dari Sinovac," jelas Bambang.

"Ini prosesnya lumayan panjang. Kalau dokumen siap kita submit, tapi perlu waktu. Kami siapkan dulu sampai lengkap baru kami ajukan," lanjut Bambang.

Di sisi lain, MUI juga membenarkan bahwa belum ada pengajuan status halal untuk vaksin Covid-19 tersebut. Namun MUI dan Bio Farma sudah sepakat melakukan kajian internal terkait vaksin tersebut.

"Sampai hari ini kami baru diskusi-diskusi, sampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk audit. Jadi terbuka standar audit kami," kata Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), Lukmanul Hakim.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...