Terus Bergulir Kontroversi Wisma Atlet di Kemayoran

Terus Bergulir Kontroversi Wisma Atlet di Kemayoran

WinNetNews.com - Kontroversi permasalahan Wisma Atlet dilahan Kemayoran terus bergulir.

Bahkan hingga berita ini diturunkan belum dapat titik terang mengenai kepastian yang dapat menghambat rencana pengembangan proyek tersebut.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan tanah milik Sekretariat Negara akan dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tetap dibangun sebagai wisma atlet.

JK Menyebutkan untuk tahap awal hibah tanah akan dipergunakan sebagai wisma atlet Asian Games 2018. Setelah perhelatan berakhir, wisma tersebut akan dipergunakan sebagai rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi masyarakat.

“Tetap jalan pembangunannya, hanya persepsi setelah dipakai (Asian Games) jadi rumah masyarakat (rusunawa),” kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, belum lama ini.

JK mengakui, ada konflik yang terjadi antara DPR dengan Pemprov DKI yang disebabkan perbedaan persepsi masih terus bergulir. Meski demikian, proyek pembangunan wisma tetap berjalan. Jika mandek, maka pemerintah pusat yang akan mengambil alih pembangunannya.

Sementara di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengatakan bahwa dirinya telah meminta Menteri Sekretaris Negara, Pratikno untuk berkomunikasi dengan DPR terkait permasalahan tanah Wisma Atlet kemayoran.

Menurutnya, komunikasi tersebut berguna untuk DPR serta dapat memahami bahwa lahan itu nantinya akan digunakan untuk Rusunawa bagi masyarakat kecil di Jakarta.

“Kami harap (permasalahan Wisma Atlet Kemayoran) segera selesai, karena Januari (2016) akan ground breaking,” ujarnya di kawasan Salemba.

Seperti diketahui, meruncingnya permasalahan ini bermula pada lahan di Kemayoran yang dimiliki oleh Kemensesneg ketika hendak dihibahkan pada Pemprov DKI mendapat penolakan dari DPR beralih fungsi menjadi wisma Atlet.

Sikap DPR dianggap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bisa menghambat persiapan Asian Games 2018 dan bagi rusunawa itu juga dapat ditolaknya sebagai rusunawa.

Bahkan Ahok melalui agumennyadirinya siap melepas proyek tersebut, kalau DPR masih bersikukuh menolak perizinan lahan di Kemayoran itu.

Namun, Ahok seperti mendapat angin segar. Dirinya didukung penuh oleh pemerintah. Pemerintah tetap mendorong agar proyek Wisma atlet tetap berjalan dan nantinya dapat dipergunakan sebagai Rusunawa.

Dilansir dari laman rumahreinews