The 2nd International <em>Symposium on Fisheries Crime</em> Resmi Dibuka Jokowi

The 2nd International <em>Symposium on Fisheries Crime</em> Resmi Dibuka Jokowi

Senin, 10 Okt 2016 | 13:41 | Gunawan Wibisono

WinNetNews.com - The 2nd International Symposium on Fisheries Crime atau simposium kejahatan perikanan resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widododi Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Turut mendampingidalam peresmian tersebut, Menteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti dan Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pidatonya Jokowi mengatakan,banyak negara menyadari bahwa kejahatan perikanan merupakan kejahatan internasional yang memiliki dampak luar biasa.

"Dampak negatif tak hanya industri perikanan, tapi juga mencakup masalah lingkungan dan alam," kata Jokowidi DI Yogyakarta, Senin (10/10).

Lautan Indonesia yang menutupi 71 persen permukaan bumi terancam dengan berbagai praktik kejahatan perikanan. Padahal, kata Jokowi, laut merupakan sumber pendapatan bagi 527 juta penduduk dunia dan sumber pangan bagi 2,6 miliar. Praktik fisheries crime telah mengurangi stok ikan dunia sebesar 90,1 persen.

"Praktik kejatahan ini juga terkait dengan kejahatan lain, seperti penyelundupan barang dan manusia, burung ilegal, penyelundupan narkoba, dan pelanggaran terhadap peraturan perlindungan alam dan kebersihan," katanya.

Praktik ini telah berkembang menjadi kejahatan internasional yang sangat serius dan terorganisasi. Jika kejahatan ini dibiarkan maka bumi yang ditinggali manusia akan sangat terancam.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...