The Fed Putuskan Penaikan Bunga Last Minute

The Fed Putuskan Penaikan Bunga Last Minute

The FED, Bank sentral Amerika Serikat menjadi pusat perhatian dalam pekan ini, mempertimbangkan data ekonomi China serta inflasi yang mengancam di zona Euro, dan persoalan suku bunga di Jepang dan Swiss yang belum jelas.

Penurunan angka pengangguran yang tak terduga menjadi 5,1% dan revisi naik atas pertumbuhan pada kuartal kedua ke 3,7% mendukung imbauan penaikan tingkat bunga. Namun pada saat yang sama, bursa tenaga kerja mengetat dan sektor jasa berada pada level terbaik setelah krisis keuangan global menerpa.

Namun demikian, bursa berjangka hanya berpeluang 24% untuk menguat setelah bursa negara berkembang, terutama China masih berjuang melawan inflasi. Sementara itu, para pengamat the Fed seperti mantan Menkeu AS Larry Summers menentang penaikan tingkat bunga.

Menebak apakah suku bunga the Fed naik pada Kamis atau pada hari lainnya—bisa jadi Desember—merupakan teka-teki. Pasalnya, para pembuat kebijakan belum bisa memastikan apa yang akan diputuskan.

"Tebakan terbaik saya adalah Dewan Gubernur Bank Sentral AS juga bingung soal Keputusan apa yang akan diambil. Akibat kebingungan itu mereka akan menunggu hingga pada menit-menit terakhir untuk mengambil keputusan,” ujar Torsten Sloek, Chief international Economist Deutsche Bank sebagaimana dikutip Reuters, Senin (14/9/2015).

Pelemahan ekonomi China akan tampaknya menjadi kunci kekhawatiran the Fed dan penurunan impor China hingga 14% selama tahun lalu menjadi kekhawatiran lainnya, ujarnya.