The Witcher 3 Habiskan Dana Rp 1,1 Triliun

The Witcher 3 Habiskan Dana Rp 1,1 Triliun

Jakarta - Tak bisa dipungkiri, The Witcher 3: Wild Hunt jadi salah satu game terbaik 2015. Ternyata di balik kebolehan gameplay dan grafis menawannya, sang pembesut CD Projekt RED butuh dana besar, mencapai USD 81 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun!

Developer game asal Polandia itu tahu betul bagaimana cara menggarap sebuah game yang ciamik, tapi tetap mengindahkan efisiensi budget. Kabar mengenai penggelontoran dana tersebut diungkap langsung oleh CEO CD Projekt RED Adam Kicinski dalam laporan finansial perusahaannya.

Menurut Kicinski, dana senilai Rp 1,1 triliun sudah termasuk biaya pengembangan dan marketing. Bila dibandingkan dengan game kelas AAA serupa, dana yang dikucurkan oleh CD Projekt RED untuk The Witcher 3 ini tidaklah seberapa.

Sebagai perbandingan, Call of Duty: Modern Warfare 2 membutuhkan biaya produksi USD 250 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun. Sebenarnya untuk biaya pengembangan, sang developer Infinity Ward hanya mengucurkan USD 50 juta. Namun untuk memasarkan game ini pihaknya harus merogoh kocek USD 200 juta.

Lain Modern Warfare 2, lain pula dengan Grand Theft Auto (GTA) V. Untuk bisa menggarap game terbaik saat ini, Rockstar menghabiskan dana USD 265 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun dengan rinciran USD 137 juta untuk pengembangan dan USD 128 juta biaya marketing.

Dikutip detikINET dari Archade Sushi, Kamis (10/9/2015), dalam pengembangan The Witcher 3, CD Projekt RED mengerahkan 240 in-house staff dan 1.500 pekerja outsource dari seluruh dunia. Kicinski pun menekankan bahwa dengan mengusung 15 versi bahasa yang berbeda, The Wicther 3 melibatkan sekitar 500 pengisi suara.

Secara keseluruhan, Kicinski menggambarkan The Witcher 3 sebagai investasi yang bagus. Terjual enam juta keping dalam enam minggu, kini game yang melalui masa pengembangan 3,5 tahun itu sudah mengantongi uang senilai USD 62,5 juta atau sekitar Rp 896 miliar mendekati untung.