Thomas dan John Knoll sang Pencetus Aplikasi Photoshop
ilustrasi

Thomas dan John Knoll sang Pencetus Aplikasi Photoshop

Selasa, 9 Mei 2017 | 12:57 | Rusmanto

WinNetNews.com - Adobe Photoshop ternyata sudah berusia lebih dari seperempat abad, tepatnya 27 tahun. Teknologi lain boleh timbul tenggelam, tapi Photoshop tetap bertahan, tetap banyak digunakan.

Pada tahun 1987, Thomas Knoll, mahasiswa PhD di University of Michigan, membuat program di Macintosh Plus untuk menampilkan gambar di layar monokrom. Program bernama Display itu menarik perhatian adiknya, John Knoll yang bekerja di perusahaan Industrial Light & Magic .

John menyarankan agar program itu dikembangkan. Thomas kemudian cuti kuliah enam bulan di tahun 1988 dan berkolaborasi dengan John untuk membuat Display menjadi program editing gambar. Tahun itu, Display diubah namanya menjadi Photoshop.

John lalu keliling ke Silicon Valley dan menawarkan Photoshop pada perusahaan teknologi seperti Apple dan Adobe. Adobe tertarik dan membelinya meski pada awalnya, mereka tak berharap banyak. Adobe tak memberi banyak uang untuk menyelesaikan Photoshop.

"Hasil dari semua itu adalah, aku tak pernah menyelesaikan program Ph.D," kata Thomas. Ya, akibat terlalu sibuk menggarap Photoshop, kuliah S3 Thomas terbengkalai dan disertasinya tidak selesai-selesai. Tapi ia berhasil menciptakan Photoshop hingga siap dijual.

Pada 19 Februari 1990, Photoshop 1.0 mulai dijual oleh Adobe. Dan ternyata software itu langsung sukses besar. Sampai satu dekade kemudian, sebanyak 3 juta kopi Photoshop berhasil terjual.

Pada saat kelahirannya, sebenarnya tak mudah mengedit foto secara digital. Soalnya, memasukkan foto ke komputer butuh scanner yang harganya masih mahal. Kemudian printer dan layar monitor tak bisa memproduksi gambar kualitas tinggi. Alhasil, yang memanfaatkan Photoshop masih terbatas.

"Tapi kami selalu mengamati tren untuk melihat fitur apa yang dibutuhkan seiring perkembangan pasar," kata Thomas yang dikutip dari New York Times .

Adobe selalu menyesuaikan dengan teknologi terkini sehingga Photoshop terus diminati. Ketika dunia memasuki era smartphone, Photoshop jadi aplikasi mobile. Namun tantangan menghadang di mana banyak aplikasi edit foto bertebaran dan rata-rata gratis. Layanan seperti Instagram juga punya fitur filter foto.

Memang diakui oleh Adobe, bisnis Photoshop tak secemerlang dulu, tapi mereka tetap optimistis. "Bisnis kami solid, tapi memang tidak tumbuh seperti yang kami harapkan," kata David Wadhwani, eksekutif Adobe.

Adobe pun mulai merombak model bisnis Photoshop. Misalnya Adobe menawarkan skema berlangganan. Bagaimanapun sampai saat ini, Photoshop masih tak ada matinya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...