Tiada Bendera Merah Putih Saat Jokowi di Singapura, Ini Penjelasan Kemenlu

Yudha Raditya
Rabu, 29 Juli 2015 09:26 WIB
Oleh Yudha Raditya pada Rabu, 29 Juli 2015 09:26 WIB
Image Tiada Bendera Merah Putih Saat Jokowi di Singapura, Ini Penjelasan Kemenlu

image0

JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan ketiadaan bendera negara, Merah Putih, dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam di Singapura, sesuai dengan protokol negara tersebut.

Arrmanatha dari Singapura mengklarifikasi foto yang dirilis akun resmi Kemenlu di Twitter yang menunjukkan pertemuan bilateral Presiden Jokowi dan Presiden Tan Keng Yam di Istana Kepresidenan Singapura. Tampak dalam foto tersebut kedua kepala negara duduk berbincang dengan latar belakang bendera Singapura dan satu bendera lain yang bukan bendera Merah Putih.

Dihubungi dari Jakarta, Selasa (28/7) petang, Arrmanatha yang turut dalam rombongan kunjungan kenegaraan ke Singapura, menjelaskan kedua bendera yang berada di belakang Presiden Jokowi merupakan bendera negara dan bendera di belakang Presiden Tan Keng Yam adalah bendera kepresidenan. "(Penempatan bendera) itu protokol resmi mereka," katanya.

Protokol Singapura mengatur bahwa pertemuan bilateral antara Presiden Singapura dan tamu negara selalu menggunakan bendera negara dan bendera kepresidenan. "Mereka tidak menggunakan bendera tamu untuk semua pertemuan dengan Presiden Singapura di Singapura," kata Arrmanatha.

Jubir Kemlu itu juga mengirimkan arsip foto pertemuan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Tan Keng Yam yang tidak dilatarbelakangi bendera Merah Putih atau pertemuan Putera Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William dengan Presiden Tan Keng Yam yang tidak dilatarbelakangi bendera Inggris, Union Jack.

Sementara untuk pertemuan bilateral Presiden Jokowi selaku kepala pemerintahan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura tidak menggunakan bendera sama sekali. Latar belakang bendera kedua negara baru terlihat ketika Jokowi dan Lee Hsien Loong menyampaikan pernyataan pers bersama hasil pertemuan mereka dan saat menyaksikan penandatangan kerja sama kedua negara.

Arrmanatha berharap media dapat memberikan penjelasan yang benar kepada publik agar dapat meredakan kesalahpahaman yang sempat timbul, baik di media sosial maupun ranah sosial di Tanah Air.

Cara Hilangkan Kecanduan Kopi
Barcelona Serius untuk Datangkan Willian dari Chelsea

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.