Tiba di Jakarta, Harga Bawang Naik dari Rp 14.000 Jadi Rp 40.000/kg akibat Ulah Makelar

Tiba di Jakarta, Harga Bawang Naik dari Rp 14.000 Jadi Rp 40.000/kg akibat Ulah Makelar

Senin, 15 Agt 2016 | 19:55 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Pemerintah lewat dua kementerian yakni Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tengah berupaya untuk memangkas rantai pasok dalam distribusi barang kebutuhan pokok.

Produk pangan dari petani akan langsung diserap Perum Bulog dan dikirim ke Jakarta tanpa melalui perantara alias middle man atau yang lebih dikenal dengan istilah makelar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, akibat keberadaan middle man selama ini, harga kebutuhan pokok sering kali melambung di luar kendali ketika tiba di Jakarta.

"Selama ini harga jadi masalah disparitas terlalu tinggi. Harga bawang ditingkat petani Rp 14-16.000/kg, tapi jarak 10 km sudah Rp 40.000/kg, itu karena ulah middle man," tegas Amran ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Hal yang sama, kata Amran, juga terjadi pada beras premium. Rantai distribusi yang panjang akibat keberadaan middle man membuat harga beras premium melambung.

"Harga beras premium, harga produksinya itu hanya Rp 6.800/kg, ditambah pengemasan dan angkut harusnya hanya jadi Rp 8.000/kg. Tapi di kota bisa Rp 11-12.000," kata dia.

Hal ini lah yang saat ini akan diatasi oleh pemerintah. Produksi petani akan diserap dalam jumlah besar oleh Bulog. Bahan pangan yang sudah diserap akan langsung dibawa ke Jakarta dan didistribusikan ke PD Pasar Jaya tanpa melewati perantara.

Oleh PD Pasar Jaya, produksi petani yang ada di Bulog akan langsung disebar ke pasar rakyat sehingga harga pangan di kota bisa ditekan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...