Tidak Mau Tertinggal dengan Pesaingnya, Uber Akan Go Public

Tidak Mau Tertinggal dengan Pesaingnya, Uber Akan Go Public ilustrasi

WinNetNews.com - Hanya beberapa hari setelah kabar yang muncul bahwa pesaing Uber yakni Lyft sedang mempersiapkan penawaran umum perdana di Maret atau April tahun depan, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan, aplikasi ride-hiling yang dipimpinnya masih direncanakan untuk go public pada paruh kedua tahun 2019. 

“Tidak ada jaminan. Anda tidak tahu apa yang sedang dilakukan atau diinginkan pasar,” kata Khosrowshahi pekan lalu dalam wawancara dengan FOX Business dikutip Selasa (11/9/2018). 

"Saya dapat menjamin Anda bahwa kami akan siap, dan semoga pasar akan siap untuk kami," imbuhnya. 

Fakta bahwa Lyft telah memulai proses IPO, konon dalam upaya untuk mengalahkan Uber ke pasar publik. Hal ini tidak menjadi beban bagi Khosrowshahi, yang mengatakan ada "banyak perusahaan" dan investor yang akan berbaris di belakang Uber dan Lyft. 

Pada akhir Agustus, Uber telah mempekerjakan seorang kepala keuangan baru yakni Nelson Chai untuk membantu go public. 

Chai bersiap untuk memulai langkahnya di Uber minggu depan. Namun, sebuah ironi karena dia mengatakn dalam sebuah wawancara dengan Axios bahwa Uber mungkin tidak siap untuk go public tahun depan, dan kemungkinan ada penundaan. 

Khosrowshahi pun akhirnya meralat pernyataan tersebut, dan mengatakan bahwa setelah pekerjaan yang sedang dilakukan Uber saat ini, dia setuju perusahaan tersebut siap untuk IPO 2019. 

"Perusahaan ini sangat penting bagi dunia, dan kami memiliki beberapa teknologi yang sangat berkembang di luar sana," kata Chai. 

“Jadi saya pikir kami akan siap, tetapi saya benar-benar menginginkan cap persetujuan dari CFO kami," imbuhnya. 

Pendiri Uber dan mantan CEO Travis Kalanick yang hengkang pada Juni 2017 karena sejumlah skandal di perusahaan. Termasuk tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi. 

Uber saat ini merupakan salah satu startup paling berpengaruh di dunia, dengan nilai perusahaan sebesar 72 miliar dollar AS. Para investor telah menunggu IPO perusahaan ini selama bertahun-tahun. (kompascom)