Tidak Punya Biaya Berobat, Suku Anak Dalam Diusir Pihak Rumah Sakit

Tidak Punya Biaya Berobat, Suku Anak Dalam Diusir Pihak Rumah Sakit

WinNetNews.com - Sejumlah Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Temenggung Tarip berasal dari Bukit 12 Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi terpaksa dirikan tenda di Tengah Kota Bangko Kabupaten Merangin, tepatnya tak jauh dari Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Merangin, Jumat (22/4/2016).Merengkuh, salah seorang warga SAD menyebutkan dia mendirikan tenda di tempat itu bukan bermaksud ingin ganggu warga sekitar. Melainkan mereka baru saja diusir dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kol Abundjani Bangko.

"Tadi anak kami berobat di rumah sakit, tapi belum sehat kami sudah disuruh keluar oleh dokter. Katanya anak kami sudah sehat," ungkap Merengkuh.

Tapi, setelah keluar dari rumah sakit anaknya tetap sakit. Karena itulah mereka dirikan tenda di dekat Kota Bangko, bermaksud dapat berobat jalan dan lokasinya dekat dari rumah sakit."Kami cari sehat, tadi kata dokter sudah sehat, tapi anak kami masih sakit. Mungkin karena kami banyak anak-anak juga, jadi orang rumah sakit tidak mau kami disitu. Kami sudah dirawat dua hari, kata dokter sakit maag, terlambat makan," terangnya.

Sedangkan Direktur RSUD, Berman Saragih, belum bisa diminta komentarnya. Saat dicoba menghubungi ponselnya tak ada respon, walau bernada aktif. Begitu juga lewat pesan singkat tapi juga tak dibalas.

Tapi, menurut perawat jaga di RSUD Kol Abundjani, bahwa keluarga Rini lah yang minta pulang dari rumah sakit. Diakuinya memang kondisi Rini belum sehat ketika keluar dari rumah sakit.

"Dia minta pulang, penyakitnya ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut). Bahkan kita pasang oksigen dan melakukan perawatan selama dua hari. Tapi mereka minta pulang," kata pegawai rumah sakit dan sebutkan dia perawat yang tangani Rini selama dirawat yang minta namanya tak ditulis.

Sumber&foto:sindonews.com