Tiga Angkatan TNI Siaga Satu Untuk Bebaskan Sandera Abu Sayyaf

Tiga Angkatan TNI Siaga Satu Untuk Bebaskan Sandera Abu Sayyaf

Jumat, 12 Agt 2016 | 10:49 | Rusmanto
WinNetNews.com - Sepuluh WNI hingga saat ini masih menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah meminta pasukan khusus dari tiga angkatan untuk bersiaga.

Pasukan khusus dari AD, AL, dan AU diminta bersiaga manakala diperintahkan untuk menyerbu membantu pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan sandera. Namun tentu saja itu dilakukan ketika sudah ada koordinasi dan kesepakatan antara Indonesia dengan Filipina.

"Panglima TNI menyiapkan pasukan, jadi kalau diperlukan kapanpun kami siap," ungkap Kapuspen TNI Mayjen Tatang Sulaiman, Kamis (11/8/2016).

Saat ini pasukan militer Filipina, dibantu oleh Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) tengah melakukan upaya pembebasan sandera. Terakhir, empat kelompok Abu Sayyaf tewas dalam pertempuran dengan MNLF di Sulu, Filipina. Salah satunya disebut sebagai salah seorang pemimpin senior kelompok bersenjata itu.

TNI disebutnya akan langsung bergerak jika Filipina meminta bantuan dalam upaya pembebasan sandera itu. Pasukan-pasukan khusus TNI sudah disiagakan dan siap bertugas ketika mendapat perintah.

"Sampai sekarang belum ada (permintaan). TNI pada prinsipnya siap. Seandainya diperlukan kita sudah siap," tegas jenderal bintang dua itu.

Seperti diketahui, pasukan khusus TNI AD ada Kopassus dan Kostrad. Pada kasus-kasus khusus seperti penanggulangan teror, Kopassus memiliki pasukan elit, Detasemen Sat-81. Kostrad juga memiliki satuan Intai Tempur (Taipur).

Sementara itu, TNI AL memiliki Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) gabungan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Taifib (Batalion Intai Amfibi) Korps Marinir. Kemudian dari TNI AU, ada Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang juga memiliki pasukan elit Detasemen Bravo (Denbravo) 90. Kemampuan satu anggota Denbravo setara dengan 5 orang anggota TNI biasa.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...