Tiga Bulan Terakhir Nilai Bitcoin Jatuh Hingga 45%
ilustrasi

Tiga Bulan Terakhir Nilai Bitcoin Jatuh Hingga 45%

Sabtu, 31 Mar 2018 | 08:11 | Rusmanto

WinNetNews.com - Bitcoin sedang menghadapi tekanan yang luar biasa pada kuartal I-2018. Bahkan ini menjadi periode terburuk dalam perkembangan Bitcoin sejak uang digital (cryptocurrency) ini diluncurkan pada 2009.

Menurut CoinDesk, dari awal tahun hingga 30 Maret 2018, harga Bitcoin telah turun lebih dari 45%. Pada 1 Januari 2018, Bitcoin diperdagangkan pada harga US$ 13.412,44/btc atau setara Rp 181,07 juta (asumsi US$1 = Rp 13.500). Adapun 30 Maret 2018 harga Bitcoin US$7.266,07/btc (Rp 98,09 juta).

Akibat aksi jual yang membuat harga Bitcoin terus turun, pada kuartal I-2018 kapitalisasi pasar Bitcoin telah berkurang sebanyak US$114,9 miliar atau setara Rp 1.551,15 triliun.

Menurut catatan CNBC International, penurunan harga Bitcoin pada kuartal I-2018 merupakan penurunan terbesar sepanjang sejarah Bitcoin. Sebelumnya harga Bitcoin pernah anjlok paling dalam pada kuartal I-2014. Kala itu, harga Bitcoin turun hingga 38%. Harganya kembali ke harga Bitcoin pada pertengahan 2010.

Kenaikan harga Bitcoin pada kuartal pertama terjadi pada 2013. Harga Bitcoin naik signifikan hingga 559%. Harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin mendekati US$20.000/btc pada pertengahan Desember 2017.

Pada pertemuan G-20 pada bulan ini di Argentina, gubernur bank sentral Argentina menyatakan para peserta G-20 diberikan waktu hingga Juni tahun ini untuk memberikan rekomendasi tentang pengaturan untuk cryptocurrency dan gugus tugas yang dibentuk harus mengajukan proposal tersebut pada Juli tahun ini. (cnbcindonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...