Tiga Fitur yang Akan membuat Path Makin 'Greget'

Tiga Fitur yang Akan membuat Path Makin 'Greget'

Rabu, 20 Jan 2016 | 08:00 | Yudha Raditya
WinNetNews.com - Path merupakan salah satu situs jejaring sosial populer di Indonesia. Perusahaan yang berbasis di San Fransisco, California, Amerika Serikat tersebut mulai bersinar sekitar 2-3 tahun ke belakang.

Dalam sebuah wawancara di Jakarta, awal November 2013 lalu, co-founder Path Dave Morin, mengatakan, angka pengguna aktif Path di Indonesia pada saat itu merupakan yang terbesar di dunia yakni mencapai 4 juta orang.

Dan selama ini tentu ada beberapa perubahan di situs jejaring sosial tersebut, yang bisa dibilang merupakan 'kelebihan' dari Path jika dibandingkan dengan Facebook, Twitter atau Instagram. Misalnya, fitur 'private sharing' dan 'inner circle'.

Bukan hanya itu, ada pula fitur sticker, sticker on photos, dan emoji untuk mengekspresikan perasaan pengguna atas sebuah moment. Tak ketinggalan, pernah ada juga satu fitur menarik yang kemudian dihilangkan, yaitu pemberitahuan ketika seseorang mengintip profil kita.

Lantas, cukupkah fitur-fitur tersebut untuk saat ini? Sebetulnya, bisa dibilang cukup, mengingat selain fitur-fitur tersebut di atas, Path sudah memanjakan pengguna dengan fitur 'sedang mendengarkan lagu apa', 'sedang menonton film apa', dan fitur-fitur lainnya.

Namun, jika diperhatikan lebih saksama, terdapat 3 hal sederhana yang tidak ada di Path, yang kehadirannya akan dapat menambah rasa 'greget' dari di Path itu sendiri.

Pertama, memblok teks. Ya, fitur ini terbilang sangat sederhana, tapi seandainya saja fitur ini ada, maka pengguna dapat dengan mudah menyalin teks-teks di Path yang ia rasa penting, untuk kemudian dibagikan ke WhatsApp atau BlackBerry Messenger, contohnya.

Selama ini, pengguna biasanya memanfaatkan fitur capture atau screenshot ketika menemukan teks-teks yang ingin ia bagikan ke situs jejaring sosial atau aplikasi pesan instan.

Berikutnya adalah menandai (tag) teman di komentar. Sejauh ini, Path baru mengakomodasitag di moment saja. Padahal, tidak jarang sebagian pengguna ingin menandai temannya di komentar ketika menemukan moment bagus. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk 'meramaikan' moment tersebut.

Terakhir, menyunting moment atau komentar. Salah ketik termasuk sering dialami ketika berjejaring sosial. Sayangnya, jika pengguna salah ketik di moment atau komentar, atau jika ada teman yang tidak tertandai di moment, pengguna tidak dapat menyuntingnya.

Dan imbasnya, pengguna kadang-kadang terpaksa harus menghapus moment atau komentarnya, kemudian mengeposkan kembali moment atau komentar baru. Ribet.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...