(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tiga Hal Abnormal dari Chelsea pada Final Piala Liga

Daniel
Daniel

Tiga Hal Abnormal dari Chelsea pada Final Piala Liga Foto: Getty Images

Winnetnews.com - Manchester City mempertahankan gelar juara Piala Liga 2019. Kemenangan diraih usai menaklukkan Chelsea pada babak final di Wembley. Namun, cerita di balik kekalahan Chelsea jadi bagian yang disorot banyak pihak. Berikut ini adalah tiga hal yang salah dari penampilan Chelsea kemarin malam.

3. Penalti Aneh Jorginho

Sebagai penendang pertama tim seharusnya Jorginho tidak usah mencoba gerakan-gerakan aneh ketika melakukan eksekusi penalti. Alih-alih memastikan untuk membuka babak tos-tosan dengan sempurna, bolanya malah ditepis dengan mudah oleh Ederson.

Saat mengambill penalti, sesaat sebelum menyepak si kulit bundar, eks pemain Napoli melakukan loncatan kecil. Alhasil tembakannya yang diarahkan ke bagian kanan bawah gawang berhasil ditepis oleh kiper City.

Andaikan saja sepakannya masuk, mungkin momentum yang didapatkan Chelsea akan jauh lebih baik di babak adu penalti tersebut. Apalagi Kepa Arrizabalaga juga sempat menepis tembakan Leroy Sane dengan telak. Apadaya, nasi sudah jadi bubur.

2. From Hero to Zero

David Luiz bisa jadi merupakan penampil yang cukup solid pada 90 menit plus babak tambahan waktu. Eks pemain Paris Saint-Germain tersebut solid mengawal lini belakang Chelsea ketika berhadapan dengan The Citizens.

Sayangnya sang pahlawan tidak melanjutkan performa impresifnya di babak adu penalti. Tepat setelah Kepa menepis sepakan Leroy Sane, tendangan David Luiz yang mengarah ke sisi pojok kanan bawah malah terkena tiang.

Padahal ketika Kepa sukses menahan sepakan Sane, momentum sudah dimiliki Chelsea. Harapan untuk menang di laga tersebut sudah ada di genggaman. Sayangnya hanya berselang satu penalti saja, harapan tersebut buyar, dan itu semua disebabkan oleh Luiz.

1. Ricuh Kepa dan Sarri

Klimaks dari kegagalan Chelsea pada malam itu. Kepa terang-terangan menolak untuk digantikan oleh Sarri yang sudah mempersiapkan Willy Caballero di pinggir lapangan. Sarri mencak-mencak karena Kepa tidak menuruti perintahnya.

Kepa dengan gestur tangan yang menolak untuk digantikan, plus raut muka emosional menyuruh sang pelatih untuk membatalkan pergantian pemain. Kiper mana lagi selain Kepa yang berani menolak untuk mengikuti instruksi pelatih.

Sarri mengamuk dan membanting sesuatu di benchnya. Dia meneriaki Caballero dan berjalan menuju pintu keluar. Namun tak berapa lama ia berputar balik dan kembali. Bahkan pada saat sebelum babak tos-tosan dimulai, Sarri sempat ingin mengkonfrontasi Kepa, namun dihalangi oleh Rudiger.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});