Skip to main content

Tiga Menteri ke Sidoarjo Untuk Memastikan Dana Korban Lumpur Tersalurkan Dengan Benar

Tiga Menteri ke Sidoarjo Untuk Memastikan Dana Korban Lumpur Tersalurkan Dengan Benar
Tiga Menteri ke Sidoarjo Untuk Memastikan Dana Korban Lumpur Tersalurkan Dengan Benar

Basuki Hadimuljono hari ini mengunjungi Sidoarjo untuk menindaklajuti surat perjanjian dana antisipasi korban lumpur di Sidoarjo yang telah ditandatangani pada Jumat, 10 July 2015 silam.

Dalam kunjungannya tersebut Menteri Basuki didampingi Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix Wanggai menjelaskan, dalam pertemuan yang digelar di pendopo Bupati Sidoarjo, Menteri Keuangan mewakili Pemerintah sebagai Bendahara Umum Negara (BUN) akan menyerahkan surat perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Lapindo Brantas Inc dan PT. Minarak Lapindo Jaya tertanggal 10 Juli 2015 kepada Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

"Isi surat perjanjian memuat objek perjanjian, hak dan kewajiban, besaran dana antisipasi, jaminan, mekanisme pembayaran, dan mekanisme pengembalian. Demikian pula mengatur jangka waktu pengembalian, bunga, denda dan penyelesaian perselisihan," tutur dia.

Velix menjelaskan, dana antisipasi dalam surat perjanjian ini sebesar Rp 781.688.212.000 dilakukan melalui DIPA Bagian 999.99 Satuan Kerja Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

Adapun jangka waktu pengembalian pinjaman selambat-lambatnya 4 tahun sejak ditandatangani Perjanjian ini. Bunga pinjaman sebesar 4,8% per tahun dari jumlah pinjaman.

"Jika pihak Lapindo Brantas Inc tidak dapat melunasi pinjaman, maka jaminan aset tanah dan bangunan yang telah dibayar Lapindo senilai Rp 2.797.442.841.586 beralih kepada dan dalam penguasaan sepenuhnya Pemerintah," tutur dia membacakan isi perjanjian. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top