Tiga Orang Anggota Sindikat Ini Hendak Kacaukan Ekonomi Indonesia
Penangkapan pelaku pengedar uang palsu di Pasuruan/Dokumentasi Polres Pasuruan Kota

Tiga Orang Anggota Sindikat Ini Hendak Kacaukan Ekonomi Indonesia

Senin, 22 Mei 2017 | 08:03 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Salah satu aksi kriminalitas yang kerap terjadi dan lebih gencar di Ramadhan dan Idul Fitri adalah beredarnya uang palsu. Selain mengambil keuntungan melalui cara ilegal, peredaran uang palsu tentu saja bisa mengganggu perekonomian negara. Beruntung tiga orang pengedar uang palsu (upal) telah tertangkap oleh tim Buser Polres Pasuruan Kota. Para pelaku berasal dari wilayah Mojokerto. Kuat dugaan, mereka adalah sindikat upal antar provinsi.

"Mereka kita tangkap saat akan melakukan transaksi ke salah seorang pengganda uang berinisial AS, warga Grati, Kabupaten Pasuruan," ujar Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Rizal Martomo, Senin (22/05/2017).

Ketiga pelaku itu adalah Mukhlis (49), Eko Yuli, dan Mashudi. Ketiganya merupakan warga Kabupaten Mojokerto. Dari penangkapan itu, polisi menyita upal pecahan Rp 100.000, dan Rp 50.000 serta Rp 10.000. Uang tersebut dimasukkan ke dalam tas plastik warna hitam dengan jumlah Rp 34 juta.

"Uang palsu tersebut rencananya akan diedarkan dan dibelanjakan di toko-toko di Pasuruan. Para pelaku mengaku upal tersebut didapatkannya dari seorang pria berinisial MAD di Jakarta," terangnya.

Dijelaskan, para pelaku membeli upal tersebut dengan cara uang asli Rp 1 juta dibarter dengan upal Rp 3 juta.

"Dari tiga pelaku, uang asli Rp 1 juta dibarterkan lagi dengan upal Rp 3,5 juta. Mereka ini merupakan sindikat upal di wilayah timur," imbuhnya.

Kapolres menegaskan, seluruh pelaku terbukti telah sengaja melakukan tindakan melawan hukum yakni menyimpan, membawa, dan mengedar uang palsu.

"Untuk itu, mereka dikenakan pasal 36 ayat (2), ayat (3) jo pasal 26 ayat (2), ayat (3) Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," paparnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...