Tiga WNA Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Interpol Ikut Dilibatkan

Zulkarnain Harahap
Zulkarnain Harahap

Tiga WNA Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Interpol Ikut Dilibatkan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Dugaan penggelapan dana oleh tiga warga negara asing yang menjadi petinggi di PT. West Point Terminal, membuat Polri mesti melibatkan International Police (Interpol). Red Notice juga sudah keluar dari Interpol kepada tiga petinggi West Point Terminal (WPT) yakni Zhang Jun yang menjabat sebagai Direktur Keuangan, Feng Zhigang mantan Direktur Utama, dan Ye Zhijun, Komisaris Utama WPT. Kasus ini juga membuat polemik karena memiliki keterkaitan dengan rencana investasi proyek depo bahan bakar minyak di Pulau Janda Berhias, Batam.

"Ketiga warga negara asal China itu diduga menggelapkan dana WPT dan telah dilaporkan ke Polda Kepri atas dugaan penggelapan dana perusahaan," seperti dikutip dari rilis resmi Divisi Humas Mabes Polri yang diterima WinNetNews.com di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

West Point Terminal (WPT) merupakan perusahaan patungan antara Sinomart KTS Development Ltd., anak perusahaan Sinopec Group dengan kepemilikan 95% saham dan partner lokal PT Mas Capital Trust (MCT) yang memiliki 5% saham.

“Kami berharap ketiga tersangka warga negara Tiongkok yang sudah diketahui identitasnya itu akan segera tertangkap. Polri sangat serius untuk menuntaskan kasus ini,” tegasnya.

Red Notice untuk Zhang Jun dan Feng Zhingang telah dikeluarkan pada 28 Februari 2017. Sedangkan kepada Ye Zhijun, Red Notice keluar pada 1 Maret 2017.

Apa Reaksi Kamu?