Tim Hukum Jokowi: Kubu Prabowo Sedang Cari Mati

Sofia
Sofia

Tim Hukum Jokowi: Kubu Prabowo Sedang Cari Mati (Foto: Kompas.com/Kristianto Purnomo)

Winnetnews.com - Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, I Wayan Sudhirta menilai, langkah Tim Hukum BPN menambah berkas permohonan sengketa pilpres 2019 menjadi 146 halaman justru memperkecil peluang keberhasilannya. Bahkan menurutnya, permohonan gugatan yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga tersebut menyimpang dari peraturan yang berlaku di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini kan sama dengan mencari kuburan, namanya. Ini mencari mati dengan menyiapkan tali gantungan sendiri menjerat lehernya," kata Wayan, seperti dilansir Tirto.

Permohonan tersebut, kata Wayan, selain tidak lazim atau aneh, ia berani mengatakan, adalah permohonan yang paling menyimpang dari aturan dan peraturan MK. Dia justru curiga fokus Tim Hukum BPN bukan di pembuktian tuduhan di sidang MK, tapi malah menggiring opini publik di luar persidangan.

"Jangan nanti yang kita temukan ramai di luar sidang, sepi pembuktian di dalam sidang," ujar Wayan dikutip dari Tempo, di Posko Cemara, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Wayan menjelaskan materi gugatan yang diajukan Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga tanggal 24 Mei 2019, tidak memuat permohonan yang menyangkut perselisihan suara.  Dia menilai, perbaikan gugatan yang diserahkan pada 10 Juni 2019 justru mempersulit Tim Hukum BPN. Sebab, kata Wayan, setelah permohonan awal tidak mempunyai dasar kuat, mereka malah menambah petitum menjadi 15 poin.

"Pasti tidak mampu membuktikan. Salah satu teori permohonan, makin ringkas, makin baik. Makin panjang sebuah permohonan, makin sulit membuktikannya," kata Wayan.

Apa Reaksi Kamu?