Tim Hukum Prabowo Jadikan Ucapan SBY Sebagai Bukti di Sidang MK

Aldina Putri Nst
Aldina Putri Nst

Tim Hukum Prabowo Jadikan Ucapan SBY Sebagai Bukti di Sidang MK Sumber foto: ANTARANEWS

Winnetnews.com -  Tim hukum paslon 02 Prabowo-Sandi berikan tuduhan terhadap intelijen atas ketidaknetralan mereka pada pilpres 2019 lalu. Hal tersebut dilampirkan dalam permohonan sengketa hasil pilpres 2019 dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini, Jumat, (14/6/19). Dilansir dari Tempo

Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Denny Indrayana mengungkapkan bahwa BIN telah berperan sebegai tim pemenangan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

“(Indikasi kecurangan) selanjutnya adalah ketidaknetralan Badan Intilijen Negara,” ujar Denny Indrayana sembari membacakan permohonan di Sidang MK.

Akan tetapi, hal tersebut tidak disebutkan dengan alasan tidak ingin membagikan bukti-bukti ketidaknetralan BIN guna menjaga barang bukti agar tetap tertutup rapi.

“Ketidaknetralan BIN ini buktinya akan lebih kemudian lagi disampaikan dalam sidang pembuktian,” tambahnya.

Denny mengatakan bahwa adanya ketidaknetralan tersebut sebelumnya pernah disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. Pernyataan yang telah dilontarkan SBY tersebut telah disampaikan pada 23 Juni 2018 lalu.

“Yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum, dari BIN, Polri, dan TNI itu ada, nyata adanya, ada kejadiannya, bukan hoaks. Sekali lagi ini oknum. Selama 10 tahun saya tentu kenal negara, pemerintah, BIN, Polri, dan TNI. Selama 10 tahun itulah doktrin saya, yang saya sampaikan, negara, pemerintah, BIN, Polri, dan TNI netral.” Kutipan dari pernyataan SBY.

Sebelumnya, penyataan SBY tersebut diindikasikan terhadap BIN< Polri, dan TNI pada saat pemilihan daerah serentak tahun 2018 lalu. Namun, BIN, Polri, dan TNI telah membatah tudingan yang dilontarkan SBY tersebut.

 

Apa Reaksi Kamu?