Skip to main content

Tim Kuasa Hukum Anggap Keterangan Saksi dari JPU Fatal

Anggota Tim Advokat Ahok, Teguh Samudera/Foto: Zool WNN
Anggota Tim Advokat Ahok, Teguh Samudera/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Teguh Samudera meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) membatalkan tuntutan terhadap kliennya. Alasannya karena keterangan saksi-saksi yang dihadirkan justru fatal.

"Kami minta JPU membatalkan tuntutannya. Karena beberapa saksi menyampaikan keterangan yang cukup fatal. Keterangan saksi ahli seharusnya membuat fakta jadi lebih terang. Lalu, harus adil," ucap Teguh di Auditorium Kementerian Pertanian, Kamis (20/4/2017).

Menurutnya, jika mengacu pada fakta persidangan, Ahok seharusnya dituntut bebas. Pertimbangannya, dalam persidangan yang sudah berlangsung 19 kali itu sejumlah pelapor Ahok dianggap tidak ada yang melihat langsung kejadian di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, lokasi pidato Ahok yang mendudukkannya ke meja hijau.

"Tidak ada fakta persidangan yang mengarah ke Basuki untuk menghina atau memusuhi umat muslim," katanya.

Sebelumnya, JPU menuntut Ahok satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun penjara dalam kasus dugaan penodaan agama. Agenda selanjutnya, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto menjadwalkan sidang pembacaan pembelaan (pledoi) oleh pihak kuasa hukum, Selasa (25/4) depan.

"Kita akan siapkan pledoi, untuk bebaskan Ahok dari tuntutan JPU," ujar Teguh.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top