Skip to main content

Timah Murni Diminta Ditransaksikan Lewat Bursa Indonesia

Timah Murni Diminta Ditransaksikan Lewat Bursa Indonesia
Timah Murni Diminta Ditransaksikan Lewat Bursa Indonesia

PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) menginginkan para pelaku pasar timah dalam negeri mentransaksikan perdagangan komoditi timah murni batangan tujuan dalam negeri dengan kontrak timah murni batangan lokal melalui Bursa Timah Indonesia.

Direktur Utama BKDI Megain Widjaja mengatakan, hal ini tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan nomor 33 tahun 2015. Aturan ini menyatakan bahwa timah murni batangan wajib diperdagangkan melalui bursa timah, baik yang akan di ekspor maupun diperdagangkan di dalam negeri.

"Bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), BKDI melakukan sosialisasi kontrak timah murni batangan lokal kepada para pelaku timah dalam negeri. Sebagai langkah awal memperkenalkan kontrak itu," tutur dia di Jakarta, Rabu (28/7/2015).

Megain mengatakan, kontrak timah murni batangan lokal merupakan upaya BKDI untuk memfasilitasi semaksimal mungkin amanat Pemerintah yang dituangkan melalui Permendag nomor 33 tahun 2015. Terlebih, BKDI diamanatkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk menjadi Bursa Timah Indonesia pada Agustus 2013.

"BKDI telah dipercayakan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia, dengan adanya kontral timah murni batangan lokal ini, tata niaga timah murni batangan baik untuk kepentingan ekspor maupun perdagangan lokal mempunyai data perdagangan yang transparan dan real time," jelas dia.

Menurutnya, keberadaan BKDI sebagai Bursa Timah Indonesia bertujuan agar harga timah dalam negeri dapat dibentuk di Bursa Komoditi Indonesia. Sehingga, dapat digunakan sebagai referensi harga nasional dan global.

"Tujuan Pemerintah untuk mencegah illegal mining dan illegal trading dapat terpenuhi dengan transaksi melalui Bursa Timah yang transparan. Penerimaan pendapatan Negara melalui royalti dapat dikawal dengan lebih baik dengan digunakannya harga volume transaksi timah di BKDI sebagai acuan," pungkasnya.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top