Tindakan Tidak Bermoral, Novanto Didesak Mundur

Tindakan Tidak Bermoral, Novanto Didesak Mundur

WinNetNews.com - Desakan publik kepada Ketua DPR RI Setya Novanto untuk mundur dari kursi nomor satu di DPR semakin keras disuarakan oleh banyak pihak. Banyak yang menilai bahwa tindakan mencatut nama Presiden dan Wapres merupakan tindakan tidak bermoral dari seorang pejabat negara.

Salah satu yang menyarankan agar Novanto mundur adalah Ketua Setara Institute, Hendardi.

"Ini merupakan tindakan tidak bermoral, dan pelanggaran hukum serius yang dapat mengikis integritas dan muruah kelembagaan DPR," kata Hendardi.

Lebih dari itu, dirinya juga berpendapat bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh Novanto sudah cukup untuk menjadi alasan bagi MKD untuk memberikan sanksi berat dalam bentuk pemberhentian dari kursi DPR.

Baca juga artikel: Ada Pihak yang Menekan MKD

Sementara itu, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie bersikap santaisoal desakan mundur Novanto. Menurutnya menggulingkan orang itu bukan hal yang baik.

"Menggulingkan orang itu dosa," kata Ical di sela-sela seminar fraksi Golkar di Gedung K2, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11/2015) yang dihimpun dari situs detik.

"Baca dulu undang-undangnya. Kalau undang-undangnya enggak begitu," tegas mertua dari artis cantik Nia Ramadhani itu.

soal wacana agar diadakan kocok ulang pimpinan DPR terkait adanya kasus Setya Novanto, Ical melihat hal tersebut tak mudah dilakukan. Ical bahkan menyebut agar pihak yang ingin wacana kocok ulang agar membaca Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR,DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).