Tingkat Humor Tinggi Picu Kematian Dini

Tingkat Humor Tinggi Picu Kematian Dini

Senin, 18 Jan 2016 | 11:48 | Rusmanto
WinNetNews.com - Jika faktor kesehatan benar adanya mempengaruhi usia kematian seseorang (pelawak khususnya), maka hal tersebut dapat terjadi bukan hanya pada pelawak Indonesia saja, melainkan pelawak luar negeri juga mengalami hal serupa.

Seperti kasus kematian yang terjadi pada komedian asal Amerika Serikat, Robin Williams. Robin ditemukan tewas bunuh diri dengan posisi leher tergantung, dan dikabarkan Robin menderita depresi selama bertahun-tahun lamanya. Kasus kematian Robin William tersebut telah diteliti oleh Stewart beserta tim penelitinya. Robin mengakhiri hidupnya di usia 63 tahun.

Menurut Stewart, kepribadian di balik kejeniusan para pelawak ini memiliki dampak besar pada kesehatan mereka. Dalam penelitiannya tersebut, para ilmuwan mempelajari riwayat kesehatan miliki 53 pelawak penutur bahasa Inggris, antara lain anggota Monty Python, grup lawak asal Inggris, serta Robin Williams.

"Robin Williams merupakan seorang pilot, seorang doktor, seorang jin, seorang pengasuh, seorang presiden, seorang profesor, penjelmaan Peter Pan, dan lainnya. Tetapi beliau adalah seorang yang berbeda," tutur Obama deskripsikan seorang Robin Williams.

Menurut dokter pada saat itu, penyebab kematian masih diselidiki, tetapi kematian aktor yang sering membintangi film komedi tersebut disinyalir akibat bunuh diri sekaligus berkaitan dengan 'asphyxia'.

Media Amerika juga pernah menyatakan, bahwa Robin Williams mengalami masalah depresi. Williams dianggap sebagai salah seorang tokoh penghibur yang paling diminati di Amerika.

Dari 23 pelawak yang dinilai paling lucu, 78 persen diantaranya meninggal dunia secara prematur. Kelompok ini memiliki tingkat harapan hidup selama 63 tahun, atau sembilan tahun lebih muda ketimbang rata-rata manusia yang dianggap memiliki selera humor ala kadarnya. Peneliti menyimpulkan semakin lucu seorang pelawak, kemungkinan ia meninggal dunia secara prematur lebih besar. Studi ini diterbitkan dalam International Journal of Cardiology.

disadur dari situs merdeka

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...