Tingkatkan Pengembangan PLTS, Menteri ESDM Terbitkan Peraturan ESDM beri Jatah PLTS 5 ribu mw

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Tingkatkan Pengembangan PLTS, Menteri ESDM Terbitkan Peraturan ESDM beri Jatah PLTS 5 ribu mw

WinNetNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki siasat untuk meningkatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh PT PLN (Persero). Adapun caranya, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 19 Tahun 2016.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan dalam program kelistrikan 35 ribu Megawatt (mw) ‎PLTS mengambil peran 5 ribu mw. Aturan ini harus didorong pencapaiannya dengan memberikan tarif yang menarik bagi investor.

"Tujuan Peraturan Menteri mencapai 5 ribu mw, Permen ini seperti disampaikan bagian pencapaian target dari 35 ribu mw," katanya di kantornya Jakarta, Jumat (5/8/2016).

Dengan metode penawaran tersebut, akan banyak investor yang meminati. Bahkan, jika PLTS yang terbangun berkapasitas 5 ribu mw, maka akan menghasilkan investasi senilai Rp165 triliun dan juga menciptakan lapangan kerja. "Investasi Rp165 triliun, asumsinya USD2, 5 juta per mw kalau 5 ribu kalikan saja," katanya.

Peraturan Menteri (Permen) tersebut, mengatur harga jual listrik dari PLTS sesuai lokasi pembangunan PLTS. Misalnya wilayah Jawa USD14,5 per Kilo Watt hour (KWh) sedangkan di wilayah Papua USD25 KWh.

Harga tersebut untuk tahap awal saja dengan kuota pembangunan PLTS 250 mw, setelah kuota terpenuhi, peraturan tersebut akan direvisi kemudian harga jual PLTS akan diubah kembali.

Menurut Rida, pihaknya akan melakukan lima kali penawaran dalam pembangunan PLTS dengan total target 5 ribu mw, setiap kali melakukan penawaran harga jual listrik yang tercantum dalam peraturan tersebut akan direvisi.

"Yang 5 ribu mw dibagi dalam lima penawaran ini betul mereduksi subsidi, ini menggunakan Feed in Tariff pasti disubsidi.‎ Yang kita kenalkan ke depan Permen tidak sampai di sini. Setelah laku, Permen direvisi khusus lampirannya yaitu penawaran kedua, ketiga, keempat, kelima, jadi kita bagi lima tahapan," tuturnya.

Apa Reaksi Kamu?