(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tips Menghilangkan Bentol Bekas Digigit Nyamuk

Oky
Oky

Tips Menghilangkan Bentol Bekas Digigit Nyamuk Sumber : Istimewa

Winnetnews.com - Kita pasti sering banget yang namanya digigit nyamuk, entah itu lagi di rumah atau lagi diluar rumah. Apalagi kalau nyamuknya udah lewat di kuping, suaranya pasti bikin sebel banget deh.

Kalau abis digigit nyamuk pasti rasanya gatal, ingin menggaruk dan akhirnya malah jadi bentol di kulit, kalau cuma satu bentol mungking nggak masalah, tapi kalau bentolnya banyak mungkin bisa jadi masalah yang merusak penampilan.

Bentol dan gatal di wilayah bekas gigitan itu sendiri sebenarnya disebabkan senyawa yang disuntik oleh nyamuk. Senyawa itu adalah senyawa sejenis protein pada moncong nyamuk yang memicu reaksi alergi ringan yang akhirnya jadi bentol.

Nah Kalau sudah digigitn nyamuk, kita punya tips untuk menghilangkan bentol bekas digigit nyamuk.

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk

Reaksi alergi terhadap gigitan serangga sebenarnya bisa dibedakan jadi 3. Reaksi normal, reaksi lokal luas, dan reaksi serius.

Reaksi alergi terhadap gigitan serangga dapat dibedakan menjadi reaksi normal, reaksi lokal luas, dan reaksi serius. Reaksi normal ditandai dengan area bekas gigitan yang terasa sakit, bengkak, dan memerah. Pada reaksi lokal luas, gejala alergi meluas alias tidak hanya terjadi di area bekas gigitan saja.

Sementara itu, reaksi serius biasanya membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Tanda-tanda reaksi alergi parah di antaranya adalah sesak napas, wajah dan mulut membengkak, jantung berdenyut cepat, pening, susah menelan, mengi, atau bisa juga merasa lemas.

Reaksi alergi berat memang dapat dipicu oleh gigitan atau sengatan serangga, namun sangat jarang terjadi akibat gigitan nyamuk. Gigitan nyamuk umumnya menyebabkan bentol gatal yang biasanya akan hilang dalam beberapa jam. Namun, dapat pula hingga beberapa hari. Bila Anda atau anak bermain di luar ruangan dan digigit nyamuk, berikut adalah beberapa cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk.

Penanganan segera
Untuk mengurangi bengkak dan gatal, Anda bisa memberi kompres dingin atau hangat pada bagian tubuh yang tergigit nyamuk. Obat oles seperti bedak kocok kalamin atau salep antiradang juga dapat membantu. Sementara itu, reaksi alergi yang lebih serius mungkin akan membutuhkan pil antihistamin sesuai resep dokter.

Jangan menggaruk
Hindari menggaruk bekas gigitan nyamuk, apalagi dengan kasar. Garukan dapat membuat kulit terluka dan mengundang infeksi. Bila tidak tahan untuk menggaruk, berbagai cara berikut bisa dilakukan untuk menyiasatinya, yaitu:

Menempelkan plester pada bekas gigitan nyamuk agar Anda atau anak tidak menggaruk kulit secara langsung, terutama ketika tidur di malam hari.

Mengoleskan madu pada bekas gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi, karena madu mengandung antiseptik.

Mengoleskan lidah buaya atau gel lidah buaya untuk meringankan peradangan. Agar lebih nyaman, gunakan lidah buaya yang sudah didinginkan.

Mengoleskan alkohol untuk mengusir rasa gatal. Bila tidak ada alkohol, sedikit hand sanitizer juga bisa digunakan karena biasanya mengandung alkohol.

Mandi
Anda juga disarankan mandi dengan air dingin tanpa menggunakan sabun. Usapkan larutan air yang dicampur dengan soda kue juga dapat membantu meredakan gatal dan bengkak akibat gigitan nyamuk.

Jika cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk di atas masih belum efektif, segera cari bantuan medis, terlebih bila mengalami reaksi serius yang penyebabnya dirasa bukan alergi. Reaksi serius tersebut dapat berupa mual atau muntah, kelelahan, sesak napas, demam, sakit kepala berat, kebingungan, nyeri di seluruh tubuh, serta melemahnya otot pada salah satu sisi tubuh akibat gangguan saraf.

Agar Gigitan Nyamuk Tidak Berbekas

Bentol karena gigitan nyamuk bisa bertahan hingga beberapa hari, tergantung sistem kekebalan tubuh dan ukuran bentol. Jika terasa gatal dan sering digaruk, bentol justru akan semakin lama sembuh. Setelah kempes, bentol karena gigitan nyamuk bisa meninggalkan bekas hitam kecil, terutama pada jenis kulit yang sensitif. Agar gigitan nyamuk tidak berbekas hitam, oleskan krim yang mengandung vitamin C, E, atau niacinamide pada bekas gigitan. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 jika kita ingin keluar rumah.

Sebuah pepatah berbunyi, ”Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Demikian pula dengan gigitan nyamuk. Kita perlu mencegah gigitan nyamuk karena nyamuk bisa membawa penyakit serius, seperti demam berdarah, malaria, meningitis, maupun ensefalitis (infeksi otak). Kunci pencegahan terletak pada kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Usahakan melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan memakai baju lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki. Jangan lupa untuk selalu membersihkan tempat-tempat genangan air, yang memungkinkan nyamuk berkembang biak.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});