(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tips Menjadi Sukses Hanya Dengan Menghargai Waktu

Oky
Oky

Tips Menjadi Sukses Hanya Dengan Menghargai Waktu Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Budaya waktu" onclick="ga('send', 'event', 'Tag', 'Click', 'Tag tepat waktu');">tepat waktu atau datang tepat waktu merupakan suatu kebiasaan yang diterapkan tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Walaupun terdengar sederhana, nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia yang menyepelekan hal ini. Akibatnya, banyak pekerjaan atau aktivitas yang tertunda sehingga tidak terselesaikan tepat pada waktunya.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa menunda-nunda waktu itu adalah hal remeh, membuat SDM di Indonesia kalah saing dengan SDM di negara lainnya seperti, di negara barat, mereka sangat menghargai waktu sehingga mereka terbentuk menjadi pribadi yang disiplin dan lebih maju.

Slogan mereka yang terkenal yaitu “Time is Money” yang berarti mereka menganggap bahwa waktu adalah hal yang berharga sehingga jika mereka tidak menghargai waktu, mereka akan kehilangan uang serta kehilangan momen-momen berharga jika mereka tidak menghargai waktu.

Tidak usah jauh-jauh ke negara barat, di Asia sendiri kita bisa mencontoh negara Jepang yang sangat menomorsatukan datang tepat waktu dan menghargai waktu sejak dini. Jepang mempunyai peraturan yang sangat ketat dan keras mengenai hal ini karena menurut mereka waktu itu sangat berharga dan tidak bisa diulang kembali.

Dalam psikologi, istilah menunda-nunda pekerjaan disebut Procrastinate. Procrastinate atau menunda waktu berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda. Psikolog sering menyebut perilaku ini sebagai mekanisme untuk mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun.

Menunda waktu juga dapat mengakibatkan stres, rasa bersalah, kehilangan produktivitas pribadi, juga penolakan sosial untuk tidak memenuhi tanggung jawab atau komitmen. Perasaan ini jika digabung dapat mendorong rasa Procrastinate berlebihan. Meski dianggap normal bagi manusia sampai batas tertentu, hal ini dapat menjadi masalah jika melewati ambang batas normal. Penyakit menunda waktu kronis bisa jadi tanda-tanda gangguan psikologis terpendam. Contohnya untuk para mahasiswa jika mereka terbiasa menunda-nunda waktu untuk mengerjakan pekerjaan mereka mereka akan mengalami krisis kepercayaan diri, gelisah, malu, stress karena ancaman drop out, tertundanya masa bekerja sampai tertundanya rencana pernikahan.

Procrastinate atau menunda waktu, bukan hanya ’penyakit’ khas Indonesia. Sebenarnya gejala ini bersifat universal. Bahkan kajian soal menunda waktu di Amerika Serikat, angkanya lebih mencengangkan. Sekitar 50% mahasiswa program doktoral di AS terpaksa drop out karena terlambat menyelesaikan disertasi. Penyebabnya, karena masyarakat AS suka menunda-nunda menyelesaikan disertasi. Secara lebih luas, 95% masyarakat AS kerap menunda-nunda pekerjaannya. Belum ada kajian lebih komprehensif di Indonesia tentang presentase penundaan waktu, namun, angkanya tidak berbeda jauh dengan di AS.

Menurut research yang sudah saya lakukan dengan menyantumkan pertanyaan di instagram “Apa yang biasanya membuat kalian menunda-nunda waktu?” sebagian besar followers saya menjawab penyebab mereka menunda waktu adalah malas, terganggu oleh gadget dan sosial media, terlalu banyak waktu luang yang tersisa sehingga mereka menunda pekerjaan serta pacaran juga bisa membuat kita menunda waktu untuk mengerjakan pekerjaan kita. Topik ini perlu diangkat dan dibahas lebih lanjut karena menurut saya masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap sepele hal ini. Bahkan dari survei yang baru dilakukan diruang lingkup yang sempit, umumnya mereka menjawab masih suka menunda waktu.

Berikut adalah 6 Tips agar kita tidak lagi menjadi penunda waktu yang profesional:

  • Jangan pernah bekerja tanpa prioritas

image0

Agar tidak terbiasa menunda-nunda waktu, biasakan untuk membuat prioritas dari pekerjaan yang harus kamu selesaikan pada hari itu. Urutkan dari yang paling sulit atau paling penting. Kemudian, mulailah mengerjakan tugas yang berada di urutan prioritas teratas. Dengan cara ini, kamu akan lebih punya motivasi untuk menyelesaikan tugas.

  • Kosongkan pikiran dari informasi yang terlalu banyak

image1

Terkadang, ketika kamu mulai duduk di depan meja kerja, membuka e-mail, Twitter, Facebook dan website lain terkait pekerjaan  saat itu juga akan ada banyak informasi yang masuk ke otakmu. Pada akhirnya, kamu akan kebingungan memilih informasi yang mana yang harus dicerna terlebih dahulu. Kebanyakan orang akan mengalihkan perhatiannya ke hal yang paling mudah. Dampaknya, pekerjaan terpenting sering tidak bisa diselesaikan. Demi menghindari banyaknya informasi yang membingungkan, cobalah selalu membagi informasi tersebut jadi 3 bagian:

  1. Informasi yang harus kamu perhatikan dan kerjakan pada saat itu
  2. Informasi yang bisa diperhatikan saat kamu punya waktu luang
  3. Informasi yang memang tidak penting

Dengan cara ini prioritasmu akan tetap terjaga. Kamu akan tetap di jalur yang tepat dalam pekerjaanmu hari itu.

  • Temukan waktu dan tempat yang tepat agar bisa bekerja tanpa gangguan

image2

Kamu sudah berniat fokus dan semangat mengerjakan tugas, tiba-tiba temanmu ngajak ngobrol. Atau ponselmu berbunyi karena ada pesan masuk. Buyarlah konsentrasi yang sudah kamu bangun. Tidak hanya niat yang harus dikuatkan, demi mencapai produktifitas kamu juga perlu menciptakan suasana yang mendukung. Temukan tempat dan waktu dimana kamu bisa bekerja tanpa gangguan. Kemudian, Fokuslah mengerjakan tugasmu tanpa distraksi sedikitpun dan jangan biarkan fokusmu hilang. Jangan bicara pada temanmu dan jangan cek ponselmu. Maksimalkan waktu untuk mengerjakan tugasmu. Setelah tugasmu selesai, kamu bisa beristirahat sejenak selama 2-3 menit untuk menyegarkan otak.

  • Ambil Nafas, Berusahalah Untuk Tenang Ketika Ada Tugas yang Membuatmu Stres

image3

Ketika kamu menghadapi tugas sulit yang membuatmu panik dan stres, akan ada kemungkinan lebih besar bagimu untuk menghindari tugas tersebut. Di otakmu langsung terbayang bagaimana harimu akan dipenuhi teror dari tugasmu yang belum selesai itu. Kamu langsung lemas membayangkan sulitnya mengerjakan tahapan dari tugasmu. Nah, hal seperti ini yang bisa membuatmu makin enggan untuk mulai mengerjakan tugasmu itu. Tarik nafas, ambil waktu sejenak untuk tenang. Cobalah untuk mengerjakan apa yang harus kamu kerjakaan saat itu. Singkirkan dulu berbagai pikiran buruk dalam pikiranmu.

  • Cobalah Untuk Selalu Mencari Tantangan

image4

Bukan hanya tugas yang sulit dan bikin stres yang bisa membuatmu ingin menundanya. Tugas yang terlalu mudah juga bisa jadi tugas yang menggoda untuk ditunda.  “Udah ah, ngerjainnya nanti aja. Gampang ini, kok!” mungkin begitu pikirmu. Dampaknya, kamu akan terlena untuk membuang-buang waktu hingga tiba-tiba tak terasa deadline sudah ada di depan mata. Kalau kamu masih mahasiswa dan merasa tugas-tugasmu terlalu remeh, cobalah untuk meningkatkan kualitas hasil kerjamu. Selalu ada ruang untuk analisis lebih dalam dan referensi yang lebih beragam.

  • Jangan Lupa Untuk Selalu Cukup Tidur

image5

Kelelahan dan pikiran yang lelah karena kurang istirahat bisa membuatmu tidak fokus dalam menyelesaikan tugas. Maka jika kita ingin pekerjaan kita cepat selesai, mulailah untuk mengurangi kebiasaan untuk menunda-nunda waktu dan segeralah memulai untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaanmu semoga tips yang saya berikan bermanfaat dan selamat produktif!.

 

Ditulis oleh : Delilah

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});