Tips Mudik: Gunakan <em>Water Coolant</em> Untuk Isi Radiator Jangan Air Keran
ilustrasi

Tips Mudik: Gunakan <em>Water Coolant</em> Untuk Isi Radiator Jangan Air Keran

Minggu, 1 Jan 2017 | 21:57 | Rusmanto

WinNetNews.com - Untuk mencegah mobil dari kondisi overheat yang nantinya mengakibatkan mogok, mesin mobil sebaiknya selalu berada dalam suhu optimal. Namun bagaimana jika dalam kondisi darurat tidak membawa water coolant , tetapi air radiatornya berkurang?

"Kalau coolant sih bisa air murni kayak misalnya darurat pakai air bekas AC atau air aki warna biru bukan yang warna merah. Soalnya kita enggak rekomendasiin air keran, takutnya nanti karatan dalamnya," ujar salah seorang Teknisi Nissan, Robbit T, di Karawang.

Namun jika darurat hanya ada air keran, Robbit menyarankan setelah mengisinya dengan air keran, kemudian radiator harus dikuras.

"Paling enggak setelah mudik dikuras, soalnya kan rawan karat, radiatornya karatan," jelas Robbit.

Kita sebaiknya sering-sering mengecek kondisi radiator mobil. Apabila sudah berkurang di bawah tanda bertuliskan min yang berarti water coolant sudah di bawah ambang batasnya, maka air radiator perlu ditambahkan.

"Itu kan di reservoirnya ada yang tulisan maksimal sama minimal itu biasanya airnya berkurang. Kalau udah di bawah minimal perlu ditambah batasnya sampai maksimal," kata Robbit.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...