Tips Sehat Masak Kentang Tanpa Harus Digoreng
ilustrasi

Tips Sehat Masak Kentang Tanpa Harus Digoreng

Kamis, 19 Nov 2020 | 07:23 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Kentang adalah umbi yang sangat bergizi. Rendah lemak dan kalori, serta dapat menyediakan Anda hampir 50 persen dari total nilai vitamin C, B6, dan potasium harian yang direkomendasikan. Kentang juga diperkaya oleh fitonutrien, yang merupakan senyawa organik nabati yang diduga bermanfaat mempromosikan kesehatan tubuh secara umum. Namun, cara Anda memasak kentang, mempengaruhi nilai gizi dan juga rasanya.

Kentang sering dianggap sebagai “comfort food”, makanan yang tidak hanya dapat mengenyangkan perut, namun juga kepuasan batin — ditumbuk dan diolah dengan butter hingga lembut creamy atau digoreng hingga garing keemasan dalam minyak sayur. Namun, tahukah Anda, saat memasak kentang dengan cara seperti ini, lemak jenuh dan kalori tambahan dari metode memasak ini membalikkan manfaat kesehatan kentang dan justru memberikan “senjata makan tuan” untuk Anda.

Mengapa memasak kentang dengan cara digoreng buruk bagi kesehatan?

Satu porsi kecil kentang goreng — french fries, hashbrown, curl fries — dari makanan cepat saji populer berisi rata-rata 200-340 kalori. Tapi, siapa yang tahan hanya memesan kentang goreng gurih dan berminyak dalam ukuran kecil? Satu porsi besar dari kentang goreng ala restoran fast food memiliki antara 370 hingga 730 kalori.

Dari nilai kalori ini, biasanya tersimpan sekitar 8-17 gram lemak, dengan sekitar 1,5-3,5 gram lemak jenuh untuk seporsi kecil kentang goreng. Kentang goreng dalam porsi besar memiliki antara 11-37 gram lemak, dengan 4,5-8 gram lemak jenuh.

Kentang goreng yang disajikan di restoran sering datang dicelupkan ke dalam minyak jagung bahkan sebelum mereka digoreng. Olahan minyak jagung dianggap salah satu jenis terburuk dari minyak untuk tubuh manusia. Selain dari lemak jenuh, minyak jagung memiliki asam lemak omega-6 lebih inflamasi 60 kali dibandingkan Omega-3.

Makanan yang telah digoreng dalam minyak sayur terhidrogenasi seperti minyak jagung, canola, dan minyak kedelai dapat secara spesifik merusak kesehatan tubuh. Lemak tak jenuh ganda yang terkandung di dalamnya akan menjadi tengik akibat aktivitas pemanasan konstan dan pemanasan ulang yang mendegradasi struktur mereka. Lemak yang tidak alami dan yang rusak akibat panas memegang peranan besar untuk mempromosikan peradangan dalam tubuh Anda, yang merupakan titik awal dari banyak masalah kesehatan umum dan penyakit, termasuk penyakit jantung, obesitas, kerusakan gigi, stroke, dan diabetes.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...