Tips Supaya Buah Hati Bisa Percaya Diri

Tips Supaya Buah Hati Bisa Percaya Diri Sumber : Istimewa

Winnetnews.com - Sebagai orangtua, kita kerap kesulitan menumbuhkan rasa percaya diri pada si buah hati.

Apalagi, jika anak kita masih berusia sangat kecil, terutama di bawah lima tahun.

Menurut psikolog Gisella Tani Pratiwi,M.Psi., pola asuh yang berbeda bisa diduga jadi salah satu penyebab kurangnya percaya diri pada anak.

Hal ini terkait dengan sikap pengasuhan yang umumnya dibedakan berdasarkan gender.

Misal, orangtua atau pengasuh akan lebih ekspresif  saat melihat anak perempuan.

"Wah lucu banget pakai rok kembang, cantik ya!"

Sementara anak laki-laki cenderung dicuekin dan didorong untuk bereksplorasi sendiri.

Lantas, kapan rasa percaya diri anak itu sendiri bisa dibangun?

"Rasa percaya diri berawal dari rasa percaya anak pada lingkungan dan rasa percaya ini dapat dikembangkan sedini mungkin," jelas Gisella.

Berikut 5 tips dari Gisella untuk mengembangkan rasa percaya diri anak.

1. Sediakan ruang eksplorasi yang optimal dan aman

Kecenderungan melarang anak bereksplorasi biasanya terkait kekhawatiran risiko celaka yang bisa menimpa anak.

Kekhawatiran orangtua itu alami, tapi ketika berlebihan akan menghambat perkembangan anak.

Pastikan saja lingkungan yang aman. Misal, dengan menutup steker listrik di tembok rumah atau memberikan pintu pengaman agar bayi tidak merangkak ke area yang kurang aman, dan lain sebagainya.

2. Tekankan kelebihan, bukan kekurangan anak

Pada anak yang senangcoba-coba, usahakan tidak mengecilkan kemampuannya.

Daripada mengatakan, "Ah... kakak gitu aja enggak bisa!" sebaiknya katakan, "Kakak sudah bisa menggambar garis, nanti latihan lagi supaya huruf A-nya lebih bagus, ya!"

3. Sampaikan dia bisa meminta bantuan jika alami kesulitan

"Adek, kalau nanti sulit, boleh minta bantuan bu guru. Kalau di rumah, Adek, kan, bisa bercerita ke Mama."

Ini akan membuat anak lebih percayadiri untuk mencoba berbagai kemampuannya.

4. Yakinlah bahwa ia mampu

"Udah, deh, kakak pasti enggak bisa." 

Sikap meremehkan seperti ini bisa menghancurkan kepedean anak.

Saat ia menghadapi kesulitan, Anda justru perlu mendorong anak untuk mau mencoba kembali.

Tanamkan bahwa berusaha itu  jauh lebih penting dari hasil akhir, sehingga ia tidak mudah putus as.

5. Beri kesempatan pada anak tanpa melihat gender

Izinkan anak untuk mencoba berbagai kegiatan tanpa melihat gendernya. 

Anak perempuan mencoba bermain bola, anak laki-laki mikut main masak-masakan. Dengan begitulah, bermacam potensi diri mereka berkembang.

Mengajarkann, menanamkan kepercayaan diri, jelas sangat perlu buat anak.

Bukan hanya berguna saat anak memasuki usia sekolah, tapi tentu untuk kehidupannya kelak

Dan itu jauh lebih penting ketimbang 'hanya' pintar berbicara.