Tips Tetap Percaya Diri Meski Jerawatan

Oky
Oky

Tips Tetap Percaya Diri Meski Jerawatan Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Apa sih faktor dari percaya diri? Apakah jerawat menjadi salah satu faktornya? Masalah kulit yang satu ini sering membuat kita tidak percaya diri. Tapi ternyata, banyak cara untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri saat berjerawat dan menjadikan jerawat bukan sebagai penghalang segalanya.

Mempunyai wajah mulus tanpa jerawat adalah idaman setiap orang, baik wanita maupun pria. Namun saja keinginan itu kadang terkendala karena kemunculan jerawat. Jerawat adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai oleh pembentukan komedo, papul, pustul, nodul, dan pada beberapa kasus disertai jaringan parut, dengan predileksi di wajah, leher, lengan atas, dada dan punggung. Jerawat adalah salah satu penyakit kulit yang paling banyak penderitanya.

Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas yang disebabkan oleh perubahan hormon. Meski lebih banyak muncul pada remaja, namun bukan berarti orang dewasa tidak berjerawat, hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalami hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dapat menetap hingga usia 40 tahun.

Apa saja faktor yang memperngaruhi munculnya jerawat?

  1. Perubahan hormon

    Timbulnya jerawat di wajah umumnya terjadi akibat lonjakan hormon estrogen pada perempuan. Hal tersebut biasanya meningkat pada saat menjelang menstruasi, kehamilan atau ketika seseorang memasuki masa pubertas. Ketika hormon estrogen meningkat, maka kelenjar minyak dan pori-pori pada kulit semakin terbuka lebar yang membuat anda rentan terkena jerawat serta bakteri.
  2. Peningkatan stress

    Ketika seseorang mengalami tekanan atau stres, maka hormon di dalam tubuh akan ikut berubah. Perasaan yang tidak stabil mampu meningkatkan hormon adrenalin yang merangsang kenaikan hormon stres yakni kortisol. Kedua senyawa tersebut dapat membuat kelenjar minyak pada wajah meningkat hingga menyebabkan jerawat. 
  3. Pola makan tidak sehat

    Menurut ahli dermatologi, Neal Schultz, M.D., ada beberapa makanan yang wajib Anda hindari supaya kulit terbebas dari berjerawat. Jauhkan semua jenis asupan seperti goreng-gorengan, kacang-kacangan serta yang mengandung yodium tinggi. Anda dapat memperbanyak asupan seperti sayur dan buah untuk memenuhi serat dan mineral di dalam tubuh.

Masalah jerawat dapat memberikan kesan psikologis yang buruk pada remaja, terutama remaja dalam masa sekolah dan kuliah karena pada tahap ini faktor percaya diri remaja serta aktivitas pergaulan sosial amat penting.

Percaya diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Dimana individu merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa ia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi, serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Kepercayaan diri merupakan kunci motivasi diri. Seorang individu tidak dapat menjalani hidup dengan baik tanpa adanya kepercayaan diri. Walaupun masalah kulit ini dianggap ringan dan bisa diobati sendiri namun jerawat juga menimbulkan kesan fisikal dan emosi yang sering kali mempunyai masalah yang mempunyai kaitan dengan harga diri, keyakinan terhadap diri sendiri dan pergaulan sosial.

Walaupun jerawat tidak membahayakan tapi bisa memberikan dampak negatif bagi remaja yang mengalaminya. Pertama, kulit menjadi kurang indah karena terkena masalah seperti scar, flek dan bopeng bekas jerawat. Selain menimbulkan bekas seperti scar, flek dan bopeng. Jerawat juga menimbulkan efek utama pada jiwa seseorang, seperti krisis percaya diri dan depresi. Hal ini akan mengakibatkan perubahan atau gangguan pada komponen konsep diri remaja yang berjerawat tersebut.

Berikut ini merupakan contoh kasus seorang selebgram cantik dengan akun Instagram bernama @trishaapn yang tidak percaya diri saat berjerawat

Pada saat remaja, perempuan yang kerap disapa Trisha pernah mengalami masalah kulit yaitu jerawat. Dalam wawancara pribadi dengan Trisha, ia menceritakan pengalamannya berjuang melawan jerawat.

“Wajahku sangat berjerawat saat aku beranjak remaja, aku mulai bermasalah dengan kulit.” Ungkap Trisha.

“Beranjak remaja, jerawat mulai muncul dan tambah parah, yang tadinya aku pikir hal ini biasa dialami oleh banyak orang. Tapi aku sadar jerawat cukup berpengaruh buruk dalam hidupku karena jerawat membuat rasa percaya diriku turun. Aku bahkan tidak bisa melihat wajah seseorang ketika berbicara dengannya. Aku merasa seperti orang buangan karena saat aku bicara aku menutupi wajahku.”

Beruntung, Trisha berhasil melawan jerawat di wajahnya berkat bantuan keluarga dan temannya. Meski sampai sekarang pun ia mengaku masih khawatir jika ada tanda-tanda munculnya jerawat di wajahnya. Namun, ia berusaha untuk melaluinya sebaik mungkin.

Pelan-pelan, aku mencoba untuk tidak mengkhawatirkan masalah jerawat dan aku cukup nyaman dengan hal ini sekarang. Aku sadar masalah wajah berjerawat adalah bagian dari hidup bagi beberapa orang dan hidup kita tidak ditentukan oleh jerawat.” Simpulnya.

Lalu, apa pengaruh jerawat terhadap kepercayaan diri seseorang?

Pada remaja, jerawat lebih sering terjadi pada remaja wanita. Umumnya jerawat terjadi di usia 14-17 tahun pada wanita, 16-19 tahun pada pria. Pada dasarnya jerawat bukanlah penyakit berbahaya. Ini adalah kondisi umum yang bisa terjadi pada siapa pun karena beberapa faktor. Meski demikian, jerawat dapat meninggalkan bekas-bekas luka (acne scar), yaitu jaringan parut akibat penyembuhan jerawat yang tidak sempurna. Hal ini seringkali mengurangi kepercayaan diri orang yang mengalaminya.

Jerawat adalah luka emosional yang sering dialami remaja. Menurut sebuah penelitian yang telah diterbitkan di British Journal of Dermatology, para ilmuwan menemukan data yang membenarkan anggapan bahwa jerawat bisa menyebabkan depresi. Penelitian tersebut menganalisa data pasien sejak tahun 1986 hingga 2012. Para ilmuwan menemukan fakta bahwa di tahun pertama, 63% pasien berjerawat memiliki risiko menderita depresi lebih tinggi dibandingkan dengan pasian yang enggak memiliki jerawat. Depresi ini berlangsung selama 5 tahun setelah sukses melakukan treatment jerawat.

Pengaruh negatif jerawat terhadap self-esteem memicu terbentuknya depresi klinis. Biasanya, para penderita kebanyakan adalah usia remaja. Hal ini diperparah karena semasa remaja, kita sering memiliki jerawat yang muncul karena stres. Kondisi ini merupakan transisi menuju dewasa.

Pada akhirnya, remaja menunjukkan kurangnya self-esteem dalam diri mereka dengan melakukan beberapa perilaku seperti menghindari eye-contact, menutup wajah dengan rambut, berjalan dengan menunduk, hingga memakai makeup tebal untuk menyembunyikan jerawat karena kurangnya kepercayaan diri.

Jerawat seringkali dikaitkan dengan depresi karena setiap orang sering menderita kesedihan tertentu atau kerap merasa down. Dan ketika memiliki jerawat, tidak sedikit dari kita yang akhirnya sampai merasa kurang sempurna dari orang lain. Ditambah lagi dengan kebiasaan lingkungan sosial yang selalu mengutamakan penampilan sebagai segalanya. Misalnya ketika seorang remaja sedang memposting foto selfie ke akun media sosialnya. Karena ada jerawat di wajah, orang-orang pasti dengan cepat menyadarinya dan merespon postingan tersebut dengan komentar tentang jerawat yang kita miliki. Dan kondisi seperti ini bisa memicu depresi dan ketidakyakinan kita kepada diri sendiri. Hal ini banyak terjadi di kalangan remaja putri.

Bagaimana supaya merasa lebih percaya diri dengan jerawat di wajah?

  1. Berhenti menyalahkan kulit

    Jerawat itu berbeda untuk semua orang. Jerawat bisa tumbuh karena perubahan hormonal, infeksi bakteri atau reaksi alergi. Dan kebanyakam jerawat berada di luar kendali kita sehingga berhentilah menyalahkan diri sendiri dan berhenti menyalahkan kulit Anda. Ingatlah bahwa semua orang mengalaminya.
  2. Cari penyebabnya

    Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda sedang banyak pikiran atau kurang tidur? Atau apakah sudah cukup minum air putih dan dapatkan nutrisi yang tepat? Lihat juga apakah Anda kecanduan gula. Karena hal tersebut adalah salah satu factor pemicu jerawat. Cobalah mencari tahu penyebab jerawat anda itu dari bakteri atau emosional atau hormonal sehingga dapat membantu anda menemukan solusinya.
  3. Ingatkan diri jerawat tidak mencerminkan Anda

    Hal lain yang harus Anda ingat adalah jerawat tidak mendefinisikan siapa diri Anda. Ingatkan diri Anda akan ada hari-hari cerah di masa depan. Anda bukanlan jerawat Anda. Anda tentu jauh lebih baik. Belajar untuk mencintai diri sendiri dan mensyukuri hal tersebut.

Anda dinilai sebagai orang baik apabila memperlakukan orang dengan baik dan kontribusi yang sudah Anda berikan ke dunia. Berhenti melihat semua orang karena siapa mereka di luar sana dan hanya mencoba untuk fokus dan saling mencintai seperti yang kita miliki.

 

 

Ditulis oleh Hana Thahira

Mahasiswa London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?