Tips untuk Kurangi Risiko Penularan COVID-19 saat Berlibur
ilustrasi

Tips untuk Kurangi Risiko Penularan COVID-19 saat Berlibur

Jumat, 20 Nov 2020 | 08:25 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Hampir setahun sejak wabah COVID-19 merebak, kita harus membatasi seluruh aktivitas di luar rumah. Berbagai agenda mulai dari mudik, liburan keluarga, perjalanan bisnis, maupun wisata akhir tahun mesti ditunda karena berisiko menularkan COVID-19.

Kondisi epidemi COVID-19 masih berlangsung, angka kejadian masih terus meningkat, dan risiko penularan kasus masih ada di sekitar kita. Bisakah kita tetap menahan diri untuk tidak bepergian karena risiko penularan COVID-19 masih ada? Tindakan pencegahan apa saja yang bisa mengurangi risiko jika memaksakan diri untuk tetap pergi berlibur?

Risiko penularan COVID-19 saat perjalanan liburan

image0

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa perjalanan liburan meningkatkan risiko tertular dan menyebarkan COVID-19. “Tetap di rumah adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tulis CDC dalam situsnya (13/11).

Pemerintah Indonesia pun melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga telah memberi imbauan terkait protokol COVID-19 pada masa liburan. Mereka mengimbau masyarakat agar tidak datang ke destinasi wisata karena berpotensi menciptakan kerumunan.

“Masyarakat diimbau agar memanfaatkan libur panjang tanpa meningkatkan risiko penularan COVID-19. Harus bisa lebih cerdas dan memilah dengan baik destinasi liburan, jangan berkerumun, dan mendatangi tempat dengan potensi kerumunan,” kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers pada Kamis (12/11).

Dalam rangkaian liburan, berada di perjalanan merupakan situasi ketika risiko penularan COVID-19 cukup tinggi khususnya mereka yang menggunakan kendaraan umum. Penggunaan kereta, pesawat, maupun bis memiliki risiko penularan virus cukup tinggi. 

Bukan saja ketika berada di kendaraan umum, namun saat proses menunggu waktu keberangkatan pun meningkatkan risiko kontak dengan sumber penularan. Sebab, banyaknya orang berada di satu tempat dan waktu yang sama, terlebih jika ruang tertutup dengan ventilasi yang tak memadai, akan meningkatkan risiko penularan. Banyak studi mengatakan ruang tertutup dengan ventilasi buruk meningkatkan risiko penularan melalui udara (airborne). 

Di dalam pesawat, CDC mengatakan penyaringan dan sirkulasi udara bekerja dengan baik sehingga memperkecil risiko penularan COVID-19 di dalam kabin. “Bagaimana pun, sulit untuk menjaga jarak pada penerbangan yang ramai dan terbang selama berjam-jam. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19,” tulis CDC.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...