Tips untuk Mengatasi Bila Mata Sering Berair
ilustrasi

Tips untuk Mengatasi Bila Mata Sering Berair

Rabu, 24 Feb 2021 | 11:00 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Ketika Anda menguap saat mengantuk atau tertawa terbahak-bahak, Anda mungkin merasakan mata menjadi berair. Semua itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipusingkan. Akan tetapi, jika mata Anda terus-terusan berair, atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu, hal tersebut mungkin pertanda dari adanya gangguan tertentu.

Apa penyebab mata berair?

Air mata sebenarnya memiliki manfaat untuk kesehatan mata Anda. Salah satu fungsi utamanya adalah melindungi permukaan mata dan menghalangi benda asing masuk ke mata. Jadi, tidak perlu heran jika mata Anda langsung berair saat mata Anda kelilipan benda asing.

Meskipun mata berair adalah hal yang wajar, namun akan menjadi masalah jika mata Anda terlalu banyak memproduksi air mata, atau air mata tidak bisa mengalir keluar dengan baik. Apalagi jika keluhan ini disertai dengan perubahan pandangan, rasa sakit, benjolan di dekat saluran air mata, atau perasaan mengganjal di mata Anda.

Berikut adalah beberapa penyebab mata Anda berair yang perlu Anda ketahui:

1. Alergi

Alergi pada mata, atau yang disebut juga dengan konjungtivitis alergi, adalah kondisi yang ternyata cukup umum. Saat tubuh terpapar alergen (asap, tungau, debu, bulu binatang, serbuk sari, atau makanan tertentu), mata akan mengalami reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, serta berair.

Reaksi alergi tersebut merupakan akibat dari zat dalam tubuh yang bernama histamin, yaitu zat yang diproduksi ketika tubuh mengalami kontak dengan alergen. Terkadang, alergi mata juga disertai dengan gejala hidung gatal, bersin, dan mampet.

2. Mata kering

Meski kedengarannya aneh, mata yang berair juga bisa jadi pertanda dari mata kering. Ya, keluarnya air mata secara berlebihan adalah respon tubuh yang mendeteksi bahwa permukaan mata Anda terlalu kering.

Pada akhirnya, otak memerintahkan kelenjar air mata untuk memproduksi air mata secara berlebihan sebagai upaya untuk melindungi mata Anda. Penyebabnya pun macam-macam, mulai dari perubahan hormon, kondisi medis tertentu (diabetes, rematik, HIV, hingga lupus), efek samping obat, membaca atau menatap layar terlalu lama, hingga pemakaian kosmetik.

3. Saluran air mata tersumbat

Saluran air mata yang tersumbat atau saluran yang terlalu sempit merupakan penyebab paling umum dari mata berair. Saluran air mata berfungsi untuk menyalurkan air mata yang diproduksi dalam kelenjar air mata ke seluruh permukaan mata Anda.

Jika saluran ini tersumbat ataupun menyempit, air mata Anda akan menumpuk dan membentuk kantong air mata sehingga bisa menyebabkan mata jadi berair. Tidak hanya itu, air mata yang menumpuk di kantung air mata bisa meningkatkan risiko infeksi dan kelebihan produksi cairan lengket yang biasa disebut dengan belek. Infeksi ini juga bisa menyebabkan radang di sisi hidung, tepatnya di samping mata.

Beberapa orang mungkin terlahir dengan saluran mata yang lebih kecil dibandingkan dengan lainnya. Bayi yang baru lahir juga sering mengalami kondisi ini. Meski begitu, kondisi ini pada bayi umumnya akan membaik dalam beberapa minggu, seiring dengan perkembangan saluran air matanya.

4. Masalah pada kornea

Kornea adalah lapisan bening terluar mata yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap kuman, kotoran, atau apapun yang akan masuk ke mata Anda. Oleh karena itu, kornea lebih rentan terkena partikel debu, kuman, atau goresan, sehingga lebih mudah mengalami gangguan.

Salah satu masalah yang umum terjadi pada kornea adalah keratitis. Kondisi ini terjadi ketika muncul luka atau peradangan pada kornea. Keratitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Menurut situs American Academy of Ophthalmology, keratitis disertai dengan gejala mata berair, kering, sakit, kemerahan, ada sensasi mengganjal di mata, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Selain keratitis, kornea juga rentan tergores, atau yang disebut dengan abrasi kornea. Kornea yang lecet biasanya disebabkan oleh goresan benda luar, seperti kuku, kuas makeup, atau bahkan ranting pohon. Karena kornea memiliki sel saraf yang banyak, Anda mungkin akan merasakan sakit mata yang cukup intens, selain gejala mata berair.

5. Masalah pada kelopak mata

Kelopak mata yang bermasalah juga dapat memengaruhi produksi air mata Anda. Salah satunya adalah ektopion atau entropion.

Entropion adalah kondisi kulit kelopak mata yang terbalik atau terlipat ke arah dalam mata, sehingga menyebabkan bulu mata menggesek bola mata. Sementara itu, ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak mata membalik ke arah luar sehingga tepinya tidak menyentuh bola mata.

Gangguan kelopak mata lainnya seperti bintitan juga bisa menyebabkan mata berair. Selain meningkatnya produksi air mata, bintitan juga ditandai dengan benjolan berupa jerawat di pinggir kelopak mata, kemerahan, rasa sakit di kelopak mata, serta sensitif terhadap cahaya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...