Tips untuk Mengatasi Keracunan Makanan
ilustrasi

Tips untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Kamis, 4 Jul 2019 | 08:41 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Kasus keracunan makanan masih kerap ditemui di banyak negara berkembang, Indonesia salah satunya. Pada kebanyakan kasus, keracunan makanan disebabkan oleh kebiasaan jajan sembarangan di pinggir jalan. Gejala keracunan makanan tidak langsung muncul setelah makan makanan yang tidak bersih, sehingga banyak orang yang tidak menyadari mereka telah jatuh sakit. Padahal, keracunan makanan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan baik. Pelajari cara mengatasi keracunan makanan di bawah ini sebelum terlambat.

Kenapa kita bisa keracunan makanan?

Cara mengolah dan menyiapkan makanan yang tidak steril, makanan yang tidak dimasak hingga matang, serta kebersihan diri yang buruk dapat mengundang patogen penyebab keracunan hinggap di makanan. Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah bakteri, meski juga bisa disebabkan oleh jamur, alga, parasit, atau virus.

Kuman tersebut akhirnya ikut masuk tertelan bersama makanan dan mendarat di saluran pencernaan kita. Ketika kuman menetap di dalam tubuh, mereka akan terus memperbanyak diri di dalam saluran cerna sambil menghasilkan racun yang mengiritasi dinding saluran cerna, bahkan terkadang hingga merusak jaringan.

Apa saja tanda dan gejala keracunan makanan?

Gejala keracunan makanan tidak muncul dengan segera begitu Anda makan makanan yang tercemar. Kuman penyebab keracunan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang biak dalam tubuh. Bakteri Salmonela, misalnya membutuhkan waktu inkubasi sekitar 6-72 jam, sehingga gejala baru akan muncul 2-5 hari setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Bakteri Campylobacter memiliki masa inkubasi yang lebih lama dibanding Salmonella, yaitu hingga 2-5 hari. Sesudah masa inkubasi tersebut, barulah Anda akan merasakan gejala-gejala keracunan makanan.

Beberapa tanda dan gejala keracunan makanan yang umum adalah:

  • Mual dan muntah
  • Diare (bahkan dapat disertai darah bila keracunan disebabkan oleh bakteri Campylobacter atau E. coli).
  • Perut nyeri dan kram, biasanya dalam waktu 12-72 jam setelah makan
  • Dehidrasi, sebagai gejala lanjutan dari mual dan muntah
  • Sakit kepala

Keracunan makanan juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti demam, sesak napas, sakit otot, hingga rasa lemah dan lelah tanpa alasan jelas. Keluhan-keluhan ini akan berlangsung selama 1-3 hari, tergantung pada jenis patogen penyebabnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...