Tito Karnavian Buat 10 Program Prioritas Selama Menjadi Kapolri

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Tito Karnavian Buat 10 Program Prioritas Selama Menjadi Kapolri
Calon Kapolri Tito Karnavian melontarkan 10 program prioritas saat uji kelayakan da kepatutan di Jakarta, Kamis (23/6).

Apa saja 10 program prioritas yang di susun oleh Tito?

1. Reformasi internal Polri. yaitu memperkuat soliditas internal lewat komunikasi yang lebih terbuka antara atasan dan bawahan. Evaluasi karir dan penerapan rekam jejak dalam penempatan personel serta proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

2. Mewujudkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses. Karena sampai saat ini keberadaan calon dan respons yang lambat membuat layanan publik kepolisian susah diakses. Untuk mengatasi hal ini, maka akan diperbaiki layanan publik dengan menyederhanakan pelayanan dan memodernisasi sistem pelayanan publik. Sekaligus bisa bebas calo misalnya pembuatan SIM secara online dan SKCK online.

3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan ideal. Melalui peningkatan kualitas delapan standar pendidikan Polri, peningkatan pelatihan fungsi teknis pada satuan kewilayahan dan mengoptimalkan sistem manajemen kinerja. Serta menyusun rumpun jabatan fungsional dan sertifikat profesi dan modernisasi almatsus dan alpakam Polri.

4. Meningkatkan kesejahteraan anggota Polri, antara lain melalui peningkatan tunjangan kinerja yang ditargetkan mencapai 100 persen pada 2019. Upaya peningkatan kesejahteraan bisa dicapai dengan pemenuhan kebutuhan perumahan dinas anggota, serta meningkatkan program pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi anggota Polri dengan menambah jumlah rumah sakit.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

6. Penataan kelembagaan dan pemenuhan proporsionalitas anggaran serta kebutuhan minimal sarana dan prasarana, penyederhanaan standar operasional prosedur, serta restrukturisasi sesuai tantangan tugas antara lain lewat penguatan Densus, Brimob, dan Baharkam.

7. Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Program ini dilakukan dengan penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan penggelaran personel berseragam di daerah rawan kejahatan, simpul kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, peningkatan pengamanan perbatasan dan pembangunan pos perbatasan. Termasuk saat Pilkada serentak 2017, 2018 dan pileg pilpres 2019 serta pengamanan program prioritas nasional dan paket kebijakan ekonomi pemerintah

8. Membangun kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat dengan membangun daya cegah dan tangkal terhadap kejahatan terorisme, narkoba, dan separatisme. Maka akan dilakukan pembinaan teknis Polsus dan PAM Swakarsa serta Korwas PPNS dan penguatan kerja sama dengan masyarakat sipil dalam mengidentifikasi masalah sosial dan upaya penyelesaiannya. Selain itu melalui penanganan kebakaran hutan dan lahan serta penguatan sinergi dengan TNI, Badan Intelihen Negara, Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan SAR Nasional, dan Badan Keamanan Laut.

9. Penegakkan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan melalui penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti kejahatan jalanan, kejahatan terhadap perempuan dan anak, terorisme, pencurian ikan, korupsi, narkoba, kejahatan siber dan kejahatan ekonomi lainnya. Termasuk pungutan liar, pemerasan, dan makelar kasus dalam proses penyidikan dan menghilangkan kecenderungan rekayasa yang berbelit-belit dalam penanganan kasus. Sekaligus meningkatkan kemampuan penyidikan cyber crime, ekonomi, dokpol, labfor, dan sertifikasi penyidik serta peningkatan sinergi CJS dan penegak hukum lainnya.

10. Melakukan penguatan pengawasan dengan memperkuat kerja sama dengan pengawas internal dan memperbaiki sistem pengaduan dan program kesebelasnya menjalankan program quick wins.

 

Apa Reaksi Kamu?