Skip to main content

TKW Asal Sukabumi di Malaysia Tak Bisa Pulang

TKW Asal Sukabumi di Malaysia Tak Bisa Pulang
TKW Asal Sukabumi di Malaysia Tak Bisa Pulang

WinNetNews.com - Remaja asal Kampung Cidadap Pesantren RT 03 RW 07 Desa Limbangan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi diduga jadi korban perdagangan manusia atau 'Human Traficking' ke Malaysia. Komunikasi terakhir dengan orang tuanya remaja bernama Eva Siti (18) itu berada di Kota Miri, Malaysia.

Menurut keterangan Emen (43) ibunda Eva, putrinya hingga saat ini masih 'ditahan' majikannya di Malaysia. Eva diperbolehkan pulang jika orang tuanya membayar uang sebesar Rp 15 Juta yang disebut sebut sebagai ganti rugi kontrak selama kerja di Malaysia.

Emen menceritakan jika awalnya putrinya itu diajak oleh seseorang bernama Deni yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja. Kepada putrinya Deni menjanjikan gaji besar dan bekerja sebagai pelayan restoran di Jakarta.

Emen mengetahui posisi anaknya di Malaysia setelah diberi kabar oleh putrinya yang dibawa ke Malaysia dari Kalimantan. Emen sempat melarang, namun putrinya itu mengaku tidak bisa membantah karena sudah terikat kontrak dengan penyalur yang membawanya.

"Anak saya sendiri bingung kapan kontrak itu dibuat dan ditandatangani, tahu-tahu katanya dibawa ke Malaysia buat bekerja di sana, itu juga terakhir saya komunikasi dengan Eva," sambung Emen.

Hingga lima bulan kemudian pada Minggu (13/2) pagi sekitar pukul 07.00 Wib. Emen ditelepon putrinya dan mengaku kabur dari rumah majikannya karena ingin pulang.

Emen mendapat jawaban kurang memuaskan, pria bernama Franky itu menyebut jika Eva tidak bisa pulang karena telah kabur dari rumah majikan, Eva baru bisa pulang jika membayar Rp 15 Juta sebagai ganti rugi kontrak dan uang laporan ke polisi.

"Jadi anak saya ini berhasil melapor ke polisi, tapi oleh polisi ini dia malah dibawa pulang ke rumah majikannya lagi. Saya nggak ngerti kok malah bisa begitu. Terus kaitan uang yang katanya untuk ganti rugi jangankan Rp 15 juta, untuk dapat Rp 1 juta saja saya sudah kebingungan," tutur Emen.

Emen sendiri mengaku sudah meminta tolong ke pihak kecamatan dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, namun belum ada tanggapan yang berarti karena Emen hanya diminta untuk menunggu. Emen berharap pemerintah mau memberikan bantuan agar anaknya bisa kembali ke Indonesia.

"Semoga pemerintah mau membantu saya memulangkan anak saya dari Malaysia. Saya mohon sekali," tandasnya.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top