TNI Ingin Teroris Disebut Sebagai Kejahatan Terhadap Negara

Rusmanto

Dipublikasikan 5 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

TNI Ingin Teroris Disebut Sebagai Kejahatan Terhadap Negara
istimewa

WinNetNews.com - TNI punya usulan di tengah revisi UU Antiterorisme yang tengah bergulir di DPR. TNI ingin teroris disebut dengan gamblang sebagai kejahatan terhadap negara.

"RUU Antiterorisme, yang diminta oleh TNI hanya satu, definisi teroris itu adalah kejahatan terhadap negara," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan usai buka puasa bersama insan media di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (12/6/2017).

Panglima TNI kemudian bicara soal sejarah dibuatnya RUU Antiterorisme. Salah satunya karena tekanan internasional.

"Karena adanya bom Bali. Jadi UU ini untuk mengungkap kasus teror," ungkapnya.

Ia kemudian mengungkap kasus terkini seperti yang terjadi di Marawi, Filipina. "Di Marawi itu kekuatan disebut hanya 50 orang tapi ternyata sekarang 600 orang lebih. Kita tidak bisa melihat sel tidur yang terbentuk sejak awal. Begitu dibangunkan maka sel tidur akan bangun," kata Panglima TNI.

Dia juga bicara adanya potensi pergeseran kelompok teroris yang terkait ISIS di Marawi ke Indonesia. Kelompok teroris tersebut bisa saja masuk melalui daerah-daerah perbatasan.

"Ada loncatan ISIS dari Marawi ke Bitung, Morotai, dan seterusnya. Hal ini yang sama-sama perlu kita waspadai," pungkasnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...