Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Dilanjutkan Pembangunannya

Rusmanto
Selasa, 14 Juli 2015 10:11 WIB
Oleh Rusmanto pada Selasa, 14 Juli 2015 10:11 WIB
Image Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Dilanjutkan Pembangunannya

Setelah terhanti 17 tahun lamanya akibat krisis moneter (krismon), jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sepanjang 21 km kembali dikerjakan. Pekerjaan fisik telah kembali dimulai.

Hingga saat ini telah berdiri tiang pancang di 7.563 titik dari mulai kawasan Jakasampurna, Bekasi hingga ke Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Pencapaian itu setara dengan 13,9% dari total bobot pekerjaan konstruksi jalan tol.

Pada 2014 pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dipimpin Menteri PU Djoko Kirmanto saat itu, berinisiatif melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan tol ini.

Dan pada Desember 2014 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pekerjaan fisik konstruksi bisa benar-benar dilakukan.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) alias pengelola jalan tol ini adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road, anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Jalan tol Becakayu direncanakan bakal menelan biaya investasi hingga Rp 7,2 triliun. Dana tersebut diperlukan untuk membiayai kegiatan konstruksi sebesar Rp 4,785 triliun, sementara biaya pembebasan tanah sebesar Rp 449 miliar. Masa konsesi jalan tol ini adalah 45 tahun. (jk)

7 Cara Usir Migrain Saat Bekerja
Coba Nih Tips Bikin Sambal yang Paling Enak

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.