Tolak Alasan Kearifan Lokal, MUI Tegaskan Haram Melegalkan Miras
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafis (Foto: dok. NU Online)

Tolak Alasan Kearifan Lokal, MUI Tegaskan Haram Melegalkan Miras

Senin, 1 Mar 2021 | 13:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafis menegaskan haram hukumnya melegalkan minuman keras (miras).

Hal tersebut disampaikannya menanggapi rencana pemerintah melegalkan investasi miras dengan dalih budaya atau kearifan lokal.

"Tidak ada alasan karena kearifan lokal kemudian malah melegalkan," tegas Cholil dalam keterangan resmi, Minggu (28/2).

Menurut Cholil, melaglakan investasi miras sama saja mendukung bisnis tersebut. Maka dapat diartikan pemerintah mendukung peredaran miras.

"Haram hukumnya," tegas Cholil.

Ia menambahkan, seharusnya pemerintah justru melarang peredaran miras di masyarakat dan bukan malah melegalkannya. 

Pelarangan peredaran miras, lanjutnya, dapat dijadikan satu paket dengan larangan investasi pada bisnis tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan membukan izin investasi minuman keras (miras) di sejumlah wilayah tertentu.

Beberapa wilayah itu ialah Bali, NTT, Sulawesi Utara, dan Papua, dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal.

Rencana tersebut kemudian memicu pro dan kontra di masyarakat. Salah satu penolakan datang dari  Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Menurutnya Pepres yang mengizinkan invesgtasi miras justru dapat berpotensi menimbulkan polemik dan keresahan untuk masyarakat. 

"Saya yakin bahwa manfaat dari investasi dalam bidang industri miras sangat sedikit, sementara mudaratnya sudah pasti lebih banyak. Karena itu Perpres tersebut perlu di-review, kalau perlu segera direvisi, pasal-pasal tentang miras harus dikeluarkan," kata Saleh di Jakarta, Minggu (28/2).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...