Tolak Gelaran DWP, FPI Beberkan Bukti Barang-Barang Haram ke Anies Baswedan
Foto: djakartawarehouse.com

Tolak Gelaran DWP, FPI Beberkan Bukti Barang-Barang Haram ke Anies Baswedan

Kamis, 19 Des 2019 | 09:29 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Front Pembela Islam (FPI) secara tegas menolak gelaran musik Djakarta Warehouse Project (DWP). FPI bahkan sempat menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyampaikan rasa keberatan mereka.

“FPI bersama para alim ulama sudah bertemu Gubernur DKI Selasa (19/12) lalu dan memperlihatkan bukti beruba barang-barang haram yang diperjualbelikan dalam arena DWP,” kata Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman, dilansir dari Detik.com, Kamis (19/12).

Dalam pertemuan tersebut, Munarman sempat meminta izin kepada Anies agar gelaran yang dinilai mengandung unsur hedonisme itu tidak lagi diberi panggung.

image0
Sekretaris Umum FPI Munarman (foto: Liputan6.com)

Selain DWP, FPI juga memprotes pemberiaan penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum yang menang dalam kategori Nominasi Hiburam dam Rekreasi – Klab Malam dan Diskotik.

“Kami sudah sampaikan jika kegiatan hura-hura hedonisme dan maksiat tidak lagi diberi tempat oleh Dinas Pariwisata,” lanjutnya.

Munarman juga mengingatkan Anies tentang oknum yang menyalahgunakan wewenang. Ia menyatakan bahwa FPI siap mendukung Anies untuk memberantas oknum-oknum tertentu.

Sebelumnya, FPI melontarkan protes kepada Pemprov DKIJakarta terkait adanya Penghargaan Colosseum dan DWP. Mereka menyebut kedua kebijakan tersebut sebagai ‘maksiat friendly’.

Pemprov DKI Jakarta mengatakan jika DWP membantu memberi pendapatan daerah dari sektor pajak. Pada pertunjukan 2017 kemarin, DWP  bahkan memberikan pemasukan senilai Rp10 miliar. Selain itu, DWP juga membuat Jakarta menjadi salah satu destinasi unggulan di Asia Tenggara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...