Tolak Kereta Cepat, Jokowi Rencanakan Pembangunan Kereta Medium Saja

Tolak Kereta Cepat, Jokowi Rencanakan Pembangunan Kereta Medium Saja

Jakarta, wingamers - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak proposal China dan Jepang terkait proyek kereta cepat atau high speed railways(HSR) Jakarta-Bandung.

Akibat penolakan dari Jokowi, maka rencananya akan dibangun kereta berkecepatan sedang atau menengah saja untuk rute Jakarta-Bandung. 

Tak hanya pihak Jepang, China juga harus menelam bulat-bulat kekecewaan dalam penolakan proyek ini.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dilansir dari situs tribun pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan proyek kereta cepat (350 km/jam) Jakarta-Bandung tak dilanjutkan, maka tugas tim teknis penilai proyek ini sudah berakhir. Meskipun saat ini Kementerian BUMN sedang mendalami studi, soal kemungkinan adanya pembangunan kereta berkecepatan medium 250 km/jam Jakarta-Bandung.

Keberadaan kereta medium untuk rute yang sama diharapkan menjadi pendorong hadirnya pusat pertumbuhan baru di sekitar Bandung-Jakarta.

Adanya opsi pembangunan kereta berkecepatan medium karena faktanya Jakarta-Bandung sepanjang 160 km bila dibuat 8 stasiun dengan kereta cepat 350 km/jam justru tak efektif. Pilihan yang paling mungkin adalah dengan kereta kecepatan medium atau sedang.

Adanya tim teknis penilai kereta cepat berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2015 tentang Tim Penilai Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Perpres itu mengamanatkan paling telat 31 Agustus 2015 sudah ada nama pemenang proyek setelah mendapat rekomendasi tim konsultan. Pengumuman sempat ditunda dua kali, pada akhirnya Presiden Jokowi menolak proposal China dan Jepang, karena alasan tawaran keduanya memakai APBN.

Tugas konsultan ialah memberikan rekomendasi dan kesimpulan terhadap proposal proyek kereta cepat yang diajukan oleh Jepang dan China. Selanjutnya, pemenang akan diputuskan oleh tim penilai. Tim penilai kereta cepat diketuai oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Tim ini diketuai Menko Perekonomian, wakilnya Menko Maritim. Anggotanya adalah Bappenas, Menteri Keuangan, kemudian Menteri Perhubungan.

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya dari rencana rencana pembangunan kereta medium / berkecepatan sedang Jakarta - Bandung? Pasti ini para pengguna setia kereta agaknya sudah tidak sabar menanti kehadiran kereta tersebut.