Tolak Opsi Bawa ke MK, Buruh Bakal Tetap Aksi sampai UU Ciptaker Dibatalkan
Foto: Kompas.com

Tolak Opsi Bawa ke MK, Buruh Bakal Tetap Aksi sampai UU Ciptaker Dibatalkan

Jumat, 16 Okt 2020 | 10:40 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) tak mau menempuh cara menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja melalui pengajuan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menegaskan akan tetap melawan dengan cara melakukan aksi di jalan. 

"Untuk aksi kawan-kawan GBJ hari ini tujuan kami tetap menyuarakan menolak omnibus law melalui aksi-aksi massa bukan melalui kita tegaskan jalur judicial review ke MK. Kita akan menuntut melalui aksi-aksi massa kepada pemerintah untuk membatalkan omnibus law," kata Nugraha, salah satu Presidium GBJ di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (15/10).

Nugraha menjelaskan alasan pihaknya tak mau memilih opsi uji materi ke MK karena UU Omnibus Law dibahas dan disahkan dengan cacat prosedur.

"Sehingga kalau seandainya tempuh jalur ke MK itu berarti sama halnya kita menyepakati dulu UU itu. Di MK pasti perdebatannya terkait subtansi yang ada di pasal-pasalnya. Bukan terhadap pembatalan UU secara keseluruhan," ungkapnya.

Mengenai batalnya rencana aksi di depan Istana, Nugraha mengatakan  pihaknya akan berunding lagi untuk mempersiapkan jumlah massa yang lebih banyak.

Ia mengklaim jumlah massa yang ikut sebelumnya hanya  sekitar 200 orang saja. Sehingga dirinya mengurungkan niatnya menuju istana. Selain itu aparat kepolisian juga tak memberikan izin.

"Terlebih kepada titik sasaran di Istana kan memang menjadi sasaran aksi massa yang ada di beberapa wilayah. Tentunya akan ada penumpukan massa aksi. Sehingga itu alasan polisi tidak memberikan jalur atau tidak memberikan akses ke Istana," tandasnya.

Sebelumnya, massa dari Gerakan Buruh Jakarta (GBK) batal melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sebagai gantinya mereka direncanakan akan melakukan aksi demonstrasi di sekitar Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...