Tradisi Lempar Jeruk di Italia

Nadia Chevina
Selasa, 09 Februari 2016 18:35 WIB
Oleh Nadia Chevina pada Selasa, 09 Februari 2016 18:35 WIB
Image Tradisi Lempar Jeruk di Italia

WinNetNews.com - Bulan Februari, ada satu karnaval unik yang dilakukan masyarakat Ivrea, Italia. Adalah tradisi melempar jeruk yang kerap disebut Carnevale d’Ivrea.

Setiap tahunnya, ribuan orang datang ke Ivrea untuk berpartisipasi dalam acara tahunan tersebut. Ivrea sendiri merupakan sebuah kota kecil di Provinsi Turin, Piedmont, Barat Laut Italia.

Tradisi melempar jeruk ini bisa dibilang acara paling spektakulier di Italia. Secara resmi, festival tersebut sudah disetujui oleh pemerintah setempat, meski setiap tahunnya selalu memakan korban luka. Pasalnya buah jeruk ini bukanlah buah yang lunak.

Umumnya, tradisi melempar jeruk dilakukan selama tiga hari pada Februari. Festival ini dilakukan sebagai peringatan terhadap perang sipil yang terjadi antara masyarakat Ivrea dan pasukan romawi pada abad ke-12. Hal itu dipicu oleh terbunuhnya pemberontak pembela rakyat, Ranieri dan Biandrate. Konon, buah jeruk yang dilempar ini melambangkan perlawanan rakyat terhadap pemerintahan Kerajaan Romawi tersebut.

Sebelum tradisi berlangsung, rakyat yang mengenakan topi merah biasanya diberi makan kacang, yang diyakini dapat memberi energi yang cukup saat pertempuran jeruk berlangsung. Tak hanya itu, berbagai persiapan seperti gerobak makanan, gerobak berisi jeruk juga dipersiapkan. Tanda ketika festival ini dimulai adalah ketika masing-masing perwakilan dari empat kota sudah mengangkat anak kecil.

 

Terdapat sejumlah tim yang turut memeriahkan festival ini. Sejumlah diantaranya adalah tim rakyat, dan sisanya mewakili pemerintahan kerajaan Romawi. Mereka akan saling melempar buah jeruk hingga acara berakhir.

Acara berakhir ditandai dengan pembakaran Scarli (tiang-tiang kayu besar ), ikan kod dan sapi polenta panggang di daerah Borghetto. Setelah itu ada upacara sebentar dan tersedia hidangan kacang lemak yang diserahkan, acara ini seperti kembali pada tradisi sejak 1325.

Usai acara ini, biasanya akan banyak sampah jeruk berceceran di jalan atau di tembok. Meski demikian, perayaan ini adalah bagian terdalam dan tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Ivrea.

Dilansir dari laman okezone 

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Dubes RI Terima Penghargaan dari Asosiasi Pers Azerbaijan

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.