Tragis! Luas Deforestasi Hutan Amazon Capai Dua Kali Jabodetabek

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Tragis! Luas Deforestasi Hutan Amazon Capai Dua Kali Jabodetabek
Asap tebal membumbung tinggi pasca hutan hujan Amazon dibakar sejak sebulan terakhir. (Foto: REUTERS)

Winnetnews.com -  Bayangkan jika dua kali luas wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) terbakar? Maka habislah semua tatanan hidup di salah satu wilayah terpadat di Indonesia ini. Setidaknya, seluas itulah hutan hujan Amazon, Sao Paulo, Brasil, yang hingga kini belum padam usai dibakar dalam sebulan terakhir yang mencapai 7.604,6 km persegi.

Meski bukan hal baru, hutan hujan Amazon jarang mengalami kebakaran dalam skala besar, mengingat kawasan tersebut dikelilingi titik terbasah dunia. Tak heran jika masyarakat dunia berbondong-bondong menaruh rasa keprihatinannya pada aksi deforestasi yang dilakukan pemerintah Brasil.

Mengutip BBC Indonesia, laporan tentang meningkatnya kebakaran hutan muncul di tengah kritik terhadap kebijakan lingkungan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Para ilmuwan mengatakan Amazon mengalami kehilangan pohon dengan laju yang semakin cepat sejak sang presiden mulai menjabat pada Januari, dengan kebijakan yang lebih memihak pada pembangunan daripada konservasi.

Sebagai hutan hujan tropis terbesar di dunia, Amazon adalah penyimpan karbon yang penting dalam memperlambat laju pemanasan global. Selama satu dekade terakhir, pemerintah berhasil mengurangi deforestasi di Amazon dengan aksi yang dilakukan badan federal dan sistem denda.

Namun Bolsonaro dan para menterinya mengkritik penalti tersebut; dan di bawah pemerintahan mereka, penyitaan kayu dan hukuman untuk kejahatan terhadap lingkungan berkurang. Bulan lalu, presiden berhaluan ekstrem kanan itu menuduh direktur Inpe berbohong tentang skala deforestasi di Amazon dan berusaha merendahkan pemerintah.

Tuduhan itu ia layangkan setelah Inpe menerbitkan data yang menunjukkan peningkatan deforestasi di sana sebesar 88% pada bulan Juni, dibandingkan dengan bulan yang sama setahun lalu. Direktur badan tersebut belakangan mengumumkan bahwa ia dipecat di tengah-tengah kekisruhan itu.

Inpe telah bersikeras bahwa datanya 95% akurat. Keandalan badan itu telah dibela oleh berbagai institusi saintifik, termasuk Akademi Sains Brasil.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...