Tranjakarta Masuk Bekasi, Sopir Bus Hanya Bisa Pasrah

Tranjakarta Masuk Bekasi, Sopir Bus Hanya Bisa Pasrah

Rabu, 27 Apr 2016 | 11:03 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Ternyata masuknya bus Trasnjakarta ke Bekasi sebenarnya mendapat penolakan dari para sopir bus yang melayani rute Bekasi-Jakarta. Tapi walaupun begitu, mereka mengaku pasrah dan berlapang dada dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal ini, Kementerian Perhubungan, yang membuka rute baru bagi bus Transjakarta hingga ke Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sihat (35), sopir bus P9A jurusan Bekasi-Senen, mengisahkan, sebelumnya pendapatan mereka sehari-hari semakin menurun semenjak ada angkutan umum berbasis aplikasi online.

"Sebelum Transjakarta masuk Kota Bekasi, pendapatan memang sudah berkurang karena banyaknya angkutan umum yang online (berbasis aplikasi)," ujar Sihat, kemarin (26/4).

Menurutnya, dalam satu rit hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp 200.00-300.000. Dalam sehari, bisa sampai tiga atau empat rit, pulang-pergi.

Sebagian dari uang tersebut, digunakan untuk biaya operasional seperti solar dan setoran. Sisanya menjadi pendapatan dia dibagi dengan kernetnya.

Kondisi ini jauh berbeda, saat belum ada angkutan berbasis aplikasi online seperti Go-Jek, Grab Bike atau Grab Car. Dalam satu hari bisa mencapai 600.000 per rit-nya.

Sebelumnya, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, telah menegaskan kepada perusahaan umum yang trayeknya bersinggungaan dengan rute Transjakarta agar berlapang dada. Menurutnya, ini adalah kebijakan pemerintah daerah yang mesti dijalankan.

"Saya sampaikan kepada pengusaha angkutan agar mereka mau mendukung kebijakan pemerintah ini dan berlapang dada," tutur Ketua Organda Kota Bekasi, Hotman S Pane.

Dia menegaskan, perluasan rute Transjakarta ke Kota Bekasi, langsung masuk ke gerbang Tol Bekasi Timur dan Gerbang Tol Bekasi Barat sehingga tidak banyak angkutaan umum yang bersinggungan rutenya.

Foto: beritasatu.com


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...