Tren Bunuh Diri Lewat Live Streaming, Begini Kata Pakar Kejiwaan
Aida Saskia, DJ yang melakukan prank bunuh diri (foto: Hipwee)

Tren Bunuh Diri Lewat Live Streaming, Begini Kata Pakar Kejiwaan

Sabtu, 14 Des 2019 | 09:45 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Beberapa waktu lalu, dunia jagat maya dihebohkan dengan fenomena selebriti Tanah Air yang mencoba bunuh diri melalui siaran langsung alias live streaming. Aktivitas ini dilakukan oleh salah seroang DJ wanita di Instagram dan disaksikan oleh banyak orang.

Terkait fenomena bunuh diri lewat siaran langsung, beberapa pakar kejiwaan menyebut kasus ini sangat marak terjadi di media sosial. Pencarian singkat di mesin pencarian Google membuktikan bahwa sudah banyak sekali orang di dunia yang mencoba bunuh diri saat siaran langsung.

Ahli kejiwaan dr. Sandeep Vohra dari India mengatakan bahwa ada kaitan erat mengapa media sosial dijadikan sebagai lahan bunuh diri ideal. Menurutnya, media sosial adalah tempat yang tepat bagi orang tersebut untk meminta bantuan. Biasanya sebelum melakukan aksi bunuh diri, seseorang akan mulai mencoba menceritakan masalah atau penderitaan yang ia alami sebelumnya.

image0
Aida Saski saan melakukan prank bunuh diri lewat live streaming (foto: KapanLagi) 

“Orang yang bunuh diri melalui siaran langsung cenderung berusaha merasionalisasi dan membenarkan tindakannya kepada warganet mengapa ia memutuskan bunuh diri,” kata dr. Sandeep, dilansir dari The Indian Express.

“Dengan begini, ia secara tidak sadar mencoba melemparkan tanggung jawab kepada para penonton bahwa merekalah yang membuat dirinya bunuh diri,” lanjur dr. Sandeep.

Untuk menanggulangi fenomena yang kian marak ini, dr. Sandeep merekomendasikan orang-orang untuk berbicara pada mereka yang sedang depresi atau berencana untuk bunuh diri.

Ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Omni Alam Sutra, dr. Andri, SpKJ, FAPM, menjelaskan bahwa orang-orang harusnya tidak boleh ikut membagikan siaran bunuh diri di media sosial. Hal ini tentu akan memberikan dampak psikis bagi setiap orang yang menonton, terlebih lagi jika orang tersebut tidak sehat secara mental.

“Tolong untuk tidak menonton dan disebarluaskan,” kata dr. Andri

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...