Tribute Match Choirul Huda, Persela Tundukan Timnas All-Star

Tribute Match Choirul Huda, Persela Tundukan Timnas All-Staristimewa

WinNetNews.com - Menang atau kalah bukanlah hal penting dalam Tribute Match Choirul Huda. Yang lebih penting adalah betapa besarnya penghormatan dari seisi stadion untuk almarhum Choirul Huda.

Tribute Match Choirul Huda digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (15/11/2017). Laga ini mempertemukan Persela Lamongan dengan Timnas All Star.

Persela memenangi laga ini dengan skor 1-0. Samsul Arif Munip menjadi pencetak gol semata wayang Laskar Joko Tingkir.

Tribute Match Choirul Huda merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Choirul Huda, kiper Persela yang meninggal dunia usai berbenturan dengan rekan setimnya di tengah pertandingan beberapa waktu lalu.

Choirul Huda meninggal di usia 38 tahun. Semasa hidupnya dia hanya pernah memperkuat satu klub, yaitu Persela, yang dia bela selama 18 tahun.

Stadion Surajaya dipenuhi oleh LA Mania dan Curva Boys pada pertandingan ini. Para suporter antusias menyaksikan laga amal yang melibatkan 52 pemain tersebut.

"Pertandingan Choirul Huda Tribute Match sungguh sangat luar biasa. Antusiasme dari masyarakat pecinta sepakbola di Lamongan begitu spektakuler menurut saya, penghormatan ke Choirul Huda," ujar pelatih Persela, Aji Santoso.

Aji menegaskan, menang atau kalah bukanlah persoalan penting dalam pertandingan ini.

"Yang jelas di pertandingan ini, kami tidak mencari kalah menang. Tapi, respek seluruh pemain, mantan pemain, dan pemain Persela termasuk pemain asing sangat luar biasa. Saya terima kasih sekali," tuturnya.

Pelatih Timnas All-Star, Jacksen F. Tiago, mengungkapkan hal senada. Jacksen mengaku tak peduli dengan hasil akhir.

"Jalannya pertandingan ini tidak begitu penting ya. Mau kalah 100-0, 10-0, tidak penting," katanya. 

Menurut Jacksen, makna terpentingnya adalah kehadiran semua pihak dalam pertandingan amal ini. 

"Karena makna malam hari ini bukan bagaimana, tapi bagaimana kita bisa hadir di sini dan kita berdoa bersama," ujarnya.

"Yang penting adalah makna inisiatif dari teman-teman APPI, Persela, untuk match tribute yang sangat luar biasa. Kalau saya makna berada di Lamongan pada malam hari ini, saya berada di sini, menjadi bagian dari momen ini sangat luar biasa," kata Jacksen.

Jacksen merasa tersanjung dipilih sebagai pelatih untuk Timnas All-Star dan bisa terlibat pada pertandingan ini.

"Saya rasa dalam waktu selama 23 tahun saya berada di Indonesia, beberapa gelar sudah saya meraih di sini, tapi boleh dikatakan, momen ini momen yang sangat indah, sangat luar biasa bisa menjadi bagian dari momen ini," ujar mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

"Mungkin, dari semua gelar yang saya dapat 5-10 tahun orang tak akan kenang, tapi malam hari ini orang akan kenang sampai kapan pun," tuturnya. 

Jacksen pun berharap, keluarga almarhum Choirul Huda menjadi kuat menghadapi tantangan ke depan. "Dan semoga Tuhan mencukupi kebutuhan mereka," katanya menambahkan.

Kebanggaan yang sama juga dirasakan striker Timnas All-Star, Andik Vermansah. "Saya mewakili rekan-rekan, kami ingin memberikan sedikit ke Cak Huda. Saya bangga sekali bisa berada di sini, mengikuti ajang tersebut," ujar Andik. (detiksport)