Triwulan I-2016, pembiayaan infrastruktur Bank Mandiri Rp 19,5 T

Muchdi
Muchdi

Triwulan I-2016, pembiayaan infrastruktur Bank Mandiri Rp 19,5 T

WinNetNews.com - Pembangunan infrastruktur telah menjadi salah satu fokus utama pembiayaan PT Bank Mandiri seiring dengan program Nawa Cita Kabinet Kerja. Bahkan, bank dengan kode emiten BMRI ini menargetkan pembiayaan infrastruktur tumbuh hingga 25 persen dalam tiga tahun ke depan atau 2019.

Direktur Finance & Treasury Bank Mandiri Pahala N Mansury mengatakan target tersebut mampu dicapai dengan pembiayaan ke sektor konstruksi yang pada triwulan pertama 2016 telah mencapai Rp 19,5 triliun, tumbuh 2,3 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,1 triliun.

"Dari sisi pembiayaan infrastruktur kita mau tumbuh sampai dengan 20-25 persen dalam 2-3 tahun ke depan," ujar Pahala di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Dia menambahkan, adanya kerja sama dengan KfW IPEX-Bank diyakini mampu mendorong pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur perseroan. Meski begitu, belum diketahui seberapa banyak kebutuhan dari perusahaan pembiayaan proyek dan ekspor asal Jerman tersebut.

Menurut dia, kerja sama tersebut cukup penting mengingat lembaga pembiayaan Jerman ini memiliki kapasitas permodalan dan pengalaman yang kuat di bidang infrastruktur, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk mempercepat pengadaan infrastruktur.

 

"Kerja sama itu juga salah satu kesempatannya yang juga bagian dari pembiayaannya melalui join financing dengan KfW tapi persisnya berapa kita masih harus lakukan penjajakan," tegas Pahala.

Nantinya, Bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan infrastruktur yang dapat dilakukan, termasuk skema join loan, syndicated loan, ECA covered loan, dan corporate lending. Adapun proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara.

"Di samping skema pembiayaan, tentunya kami juga akan berdiskusi untuk mengidentifikasi dan menentukan proyek-proyek infrastruktur yang berpeluang untuk memperoleh pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik proyek," pungkas dia.

Sumber dari Merdeka, Jakarta

Apa Reaksi Kamu?