Trump Beri Cap Teroris ke Grup Anarkis ANTIFA
Sejumlah massa membakar kantor polisi Minneapolis saat demonstrasi berlangsung atas aksi kekerasan dan rasisme terhadap George Floyd. (Foto: CNN Indonesia)

Trump Beri Cap Teroris ke Grup Anarkis ANTIFA

Senin, 1 Jun 2020 | 18:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Kerusuhan di Amerika Serikat akibat demo kematian George Floyd diduga ditunggangi kelompok perusuh. Grup anarkis ANTIFA pun mendapat sorotan. 

Disadur dari Liputan6.com, Senin (1/6), ANTIFA merupakan grup anti-fasisme berhaluan kiri jauh (far-left) yang memakai cara radikal. Kini, Presiden AS Donald Trump akan memasukan mereka ke daftar teroris karena diduga kelompok itu merusuh di demo yang terjadi belakangan ini.

"Amerika Serikat akan mendesignasi ANTIFA sebagai Organisasi Teroris," ujar Presiden Trump via Twitter seperti dikutip Senin (1/6).

Donald Trump menyebut ANTIFA sebagai kelompok anarkis yang memantik kerusuhan di Minneapolis, lokasi kematian George Floyd. Ketika Garda Nasional (National Guard) dikirim ke lokasi, Trump berkata ANTIFA berhasil dikalahkan. 

"Selamat kepada Garda Nasional kami atas pekerjaan hebatnya yang mereka segera laksanakan begitu tiba di Minneapolis, Minnesota, semalam. Para anarkis yang dipimpin ANTIFA dan lainnya dihentikan dengan cepat," ujar Presiden Donald Trump yang berkata wali kota harusnya meminta bantuan Garda Nasional sedari awal. 

Garda Nasional adalah kelompok militer yang dapat merespons darurat nasional. Penerjunan Garda Nasional harus sesuai permintaan kepala daerah, meski biayanya berasal dari pusat.

Lebih lanjut, Presiden Trump berkata mayoritas perusuh di Minneapolis berasal dari luar daerah. Ia menyebut pemerintah daerah harus lebih tegas jika tidak ingin pemerintah pusat turun tangan dengan membawa kekuatan militer.

"80 persen perusuh di Minneapolis semalam berasal dari luar negara bagian. Mereka merugikan bisnis (terutama bisnis kecil warga Afrika-Amerika), rumah-rumah, dan komunitas masyarakat Minneapolis yang baik dan pekerja keras yang ingin kedamaian, kesetaraan, dan menghidup keluarga mereka," ujar Donald Trump.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...