Trump Diingatkan Untuk Tidak Serang Korea Utara
istimewa

Trump Diingatkan Untuk Tidak Serang Korea Utara

Rabu, 24 Mei 2017 | 15:58 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diingatkan untuk tidak melancarkan serangan terhadap Korea Utara (Korut). Peringatan itu disampaikan 64 politikus Partai Demokrat yang prihatin akan pecahnya perang dengan negara nuklir tersebut.

Dalam surat mereka seperti dilansir media The New York Times , Rabu (24/5/2017), para politikus Demokrat menyatakan bahwa setiap serangan harus lebih dulu mendapat persetujuan Kongres AS sebelum terlaksana. Disebutkan bahwa langkah untuk melancarkan serangan atau menyatakan perang terhadap negara bersenjata nuklir seperti Korut, penting dipertimbangkan matang-matang.

"Di wilayah yang begitu bergolak, kebijakan yang tidak konsisten atau tak bisa diprediksi, menimbulkan risiko konflik yang tak terbayangkan," demikian bunyi surat tersebut.

Mereka juga meminta pemerintahan Trump untuk memberikan bukti kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan prospek negosiasi dengan Pyongyang.

"Kami dengan hormat meminta informasi lebih tentang langkah-langkah yang diambil pemerintahan Anda untuk memajukan prospek atau negosiasi langsung yang bisa menurunkan kemungkinan perang besar dan pada akhirnya mengarah ke denuklirisasi semenanjung," demikian bunyi surat tersebut.

Dalam surat itu juga dituliskan, bahwa semua pemerintahan AS sebelumnya telah menolak kemungkinan aksi militer terhadap Korut.

"Mereka akhirnya memutuskan tak ada opsi militer yang tak akan memicu risiko serangan balasan yang tak bisa diterima dari Pyongyang," demikian surat tersebut.

Saat ini ketegangan di Semenanjung Korea meningkat terkait program nuklir dan rudal Korut. Belum lama ini, Korut kembali melakukan uji coba rudal balistik, yang memicu kecaman dari Dewan Keamanan PBB. Bahkan bulan lalu, militer AS mengerahkan armada tempur Angkatan Laut ke wilayah Pasifik Barat, dekat Semenanjung Korea untuk mengancam Pyongyang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...