Trump Minta Rusia Mencari 30.000 Email Clinton yang Hilang

Fellyanda Suci Agiesta
Kamis, 28 Juli 2016 09:05 WIB
Oleh Fellyanda Suci Agiesta pada Kamis, 28 Juli 2016 09:05 WIB
Image Trump Minta Rusia Mencari 30.000 Email Clinton yang Hilang

WinNetNews.com - Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang Rusia untuk menggali puluhan ribu email yang hilang sewaktu Hillary Clinton di Departemen Luar Negeri AS. Pakar intelijen dan musuh politiknya menuduh Trump sebagai orang yang berbahaya karena telah seseorang untuk memata – matai Amerika Serikat .

"Rusia, jika Anda mendengarkan, saya berharap Anda dapat menemukan 30.000 email yang hilang," Trump, calon presiden dari Partai Republik, kepada wartawan.

Clinton, seorang calon presiden dari Partai Demokrat yang menghadapi Trump dalam pemilihan presiden 8 November di AS, merespons dengan pernyataan kampanye mengatakan bahwa perbuatan Trum dapat menjadi ancaman Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Trump, Jason Miller, kemudian mencoba untuk melerai bahwa Trump tidak mendesak Rusia untuk hack email Clinton.

Trump merujuk pada sistem email pribadi Clinton saat menjadi sekretaris negara 2009-2013. Dia menyerahkan ribuan email pada tahun 2015 pada para pejabat AS untuk menyelidiki sistem itu, tapi dia tidak melepaskan sekitar 30.000 email pribadinya dan tidak terkait dengan pekerjaan.

Sebuah Federal Bureau of Investigation menyelidiki masalah ini dan tidak menemukan dasar untuk tuduhan kriminal, tetapi Direktur FBI James Comey mengatakan ada bukti Clinton adalah "sangat ceroboh" dalam penanganan informasi rahasia.

Dengan berfokus pada drama email Clinton, Trump menarik perhatian dari Konvensi Nasional Partai Demokrat di Philadelphia di mana Presiden AS Barack Obama tengah berbicara dengan Clinton pada Rabu malam, diperkirakan akan menerima pencalonan presiden partai pada hari Kamis.

Pada saat yang sama, Trump di konferensi pers-nya menolak anggapan bahwa rilis WikiLeaks 'memalukan email Partai Demokrat pekan lalu karena direkayasa oleh Rusia untuk ikut campur dalam pemilihan AS.’

pakar keamanan cyber dan pejabat AS telah mengatakan ada bukti bahwa Rusia merekayasa rilis email partai yang sensitif untuk mempengaruhi pemilihan presiden.

"Ini sangat tidak masuk akal, itu sangat konyol," kata Trump itu gagasan, Rabu. Dia menyarankan bahwa China atau pihak lainnya bisa terlibat.

 

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Polisi Malaysia Tangkap 3 WNI yang Diduga Terkait ISIS

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.